Wisata religi menjadi salah satu aktivitas yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Selain memberikan pengalaman spiritual, kegiatan ini juga menjadi cara untuk memperdalam pengetahuan agama serta semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di Indonesia, wisata religi dapat dilakukan dengan berbagai aktivitas. Tidak hanya berkunjung ke masjid untuk beribadah, tetapi juga melakukan ziarah, i’tikaf, mengikuti kajian keislaman, membaca buku di perpustakaan Islam, hingga mengunjungi tempat atau bangunan yang memiliki nilai sejarah dalam perkembangan Islam.
Masjid Raya Medan
Masjid Raya Medan berada tidak jauh dari Istana Maimun. Bangunan masjid ini bahkan tampak lebih megah dibandingkan istana tersebut. Konon, Sultan Ma’mun Al Rasyid sengaja membangun masjid dengan kemegahan yang lebih menonjol sebagai bentuk penghormatan terhadap rumah ibadah.
Masjid yang berlokasi di Jalan Pangeran Diponegoro, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan ini telah berdiri sejak lama dan tetap kokoh hingga sekarang. Kemegahannya menjadi bukti kejayaan Kesultanan Deli di masa lalu.
Selain itu, bangunan masjid juga mencerminkan perpaduan budaya Islam dengan budaya Melayu. Nilai sejarah inilah yang menjadikan Masjid Raya Medan sebagai salah satu destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi umat Muslim di Sumatera Utara.
Masjid Al Jihad Medan
Masjid Al Jihad dikenal sebagai salah satu masjid yang memiliki serambi luas dan suasana yang nyaman. Angin yang berhembus lembut di area masjid membuat jamaah merasa lebih sejuk dan betah saat beribadah.
Keindahan masjid ini juga terlihat dari berbagai ornamen dan kaligrafi yang menghiasi dindingnya. Saat memasuki bagian dalam masjid, pengunjung akan disambut dengan pemandangan interior yang menawan.
Pada bagian langit-langit, terdapat rangkaian kaligrafi Arab yang mengelilingi bagian atas ruangan dengan latar warna biru muda. Kombinasi tersebut menciptakan suasana yang menenangkan sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk.
Masjid Raya Al Osmani Labuhan Deli
Masjid Raya Al Osmani yang juga dikenal sebagai Masjid Labuhan merupakan salah satu masjid tertua di Kota Medan. Bangunan berwarna kuning khas Melayu ini tetap berdiri megah meskipun usianya telah mencapai lebih dari satu setengah abad.
Masjid ini didirikan oleh Sultan Deli Mahmud Perkasa Alam dan menjadi salah satu peninggalan sejarah penting di wilayah tersebut. Keunikan masjid ini terletak pada perpaduan gaya arsitektur yang beragam.
Desain bangunannya memadukan unsur arsitektur India, Tiongkok, Timur Tengah, Eropa, serta Melayu. Keindahan tersebut membuat masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga lokasi menarik bagi pengunjung yang ingin melihat langsung warisan sejarah Islam di Medan.
Masjid Azizi Tanjung Pura, Langkat
Masjid Azizi merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Langkat. Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 1840 oleh Sultan Langkat pertama, Sultan Haji Musa Almahadamsyah.
Setelah wafatnya Sultan Musa, pembangunan kemudian dilanjutkan oleh putranya, Sultan Tengku Abdul Aziz Jalik Rakhmatsyah hingga selesai pada tahun 1912. Hingga kini, masjid tersebut masih berdiri megah dan menjadi simbol sejarah di daerah Tanjung Pura.
Arsitekturnya yang indah membuat Masjid Azizi sering dijadikan tujuan wisata religi, terutama saat bulan Ramadan. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga melambangkan persatuan berbagai suku dan budaya yang ada di Sumatera Utara.
Masjid Raya Al-Abror Padang Sidimpuan
Masjid Raya Al-Abror didirikan pada tahun 1996 dan menjadi pusat kegiatan ibadah serta pendidikan Islam bagi masyarakat di Kota Padangsidimpuan. Masjid ini memiliki menara setinggi sekitar 70 meter yang menjadi salah satu ciri khasnya.
Selain sebagai tempat beribadah, masjid ini juga termasuk dalam kawasan cagar budaya di Sumatera Utara. Hal tersebut menjadikannya salah satu destinasi wisata religi yang menarik untuk dikunjungi.
Lokasinya berada di Jalan Mesjid Raya Baru No.24, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Berdiri di atas lahan wakaf seluas sekitar 20.400 meter persegi, masjid ini menjadi salah satu pusat aktivitas keagamaan masyarakat setempat.
Doa Masuk Masjid
Saat memasuki masjid, dianjurkan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Allahummaftah lii abwaaba rahmatik.
Artinya:
“Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”
Doa ini dipanjatkan agar Allah SWT melimpahkan rahmat dan keberkahan ketika kita berada di dalam rumah ibadah.
Doa Keluar Masjid
Ketika keluar dari masjid, dianjurkan mendahulukan kaki kiri dan membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Allahumma inni as’aluka min fadhlik.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon karunia-Mu.”
Kesimpulan
Semoga kita senantiasa dimudahkan untuk memakmurkan masjid, menjaga adab ketika berada di dalamnya, serta mendapatkan keberkahan dan pahala dari setiap ibadah yang kita lakukan.
Sumber Referensi
- https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20230324174323-269-929021/5-masjid-di-sumatera-utara-tempat-cocok-untuk-wisata-religi/2

















