Perjalanan kereta api dari Stasiun Pasar Senen menuju Purwokerto menggunakan KA Singasari memberikan pengalaman yang unik sekaligus nostalgik. Fokus utama dari perjalanan ini adalah keberadaan gerbong kelas Ekonomi Retrofit, sebuah varian kelas penumpang yang kini menyandang status langka dan dikabarkan akan segera “punah” dari rel perkeretaapian Indonesia seiring dengan program modernisasi sarana oleh PT KAI.
src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376″
crossorigin=”anonymous”>
Apa Itu Ekonomi Retrofit?
Ekonomi Retrofit merupakan hasil modifikasi dari gerbong ekonomi model lama (ekonomi paket atau kursi tegak 106 penumpang) yang diperbarui interiornya. Berbeda dengan kursi tegak yang keras dan tidak bisa diatur, kursi pada kelas Retrofit ini telah menggunakan model reclining seat (kursi yang bisa direbahkan) dan revolving seat (kursi yang bisa diputar searah perjalanan). Kapasitas penumpangnya pun dikurangi menjadi 80 orang per gerbong, sehingga ruang kaki (legroom) terasa jauh lebih luas dan nyaman jika dibandingkan dengan kelas ekonomi standar.
Sensasi Perjalanan yang Langka
Mengapa disebut langka? Karena saat ini PT KAI tengah gencar mengganti armada lama dengan gerbong “Ekonomi New Generation” yang memiliki fasilitas lebih modern atau “Ekonomi Stainless Steel New Generation”.
KA Singasari adalah salah satu dari sedikit rangkaian yang masih setia menggunakan jenis Retrofit ini. Sensasi yang dirasakan penumpang adalah perpaduan antara kenyamanan kursi yang empuk namun tetap mempertahankan aura gerbong klasik. Bagi para pecinta kereta api (railfans), menaiki kelas ini adalah momen berharga untuk mendokumentasikan desain interior yang mungkin dalam beberapa tahun ke depan hanya bisa dilihat di museum atau foto lama.
Fasilitas dan Kenyamanan
Meskipun dianggap sebagai produk transisi, fasilitas di dalam KA Singasari Ekonomi Retrofit tetap mumpuni. Terdapat stop kontak untuk mengisi daya gawai, meja lipat kecil, serta sistem pendingin udara (AC) yang cukup dingin. Perjalanan rute Senen-Purwokerto yang memakan waktu beberapa jam terasa tidak terlalu melelahkan berkat fitur kursi yang bisa direbahkan. Penumpang bisa beristirahat dengan lebih baik dibandingkan jika harus duduk di kursi tegak 90 derajat.
Kesimpulan
Perjalanan dengan KA Singasari rute Jakarta-Purwokerto ini bukan sekadar berpindah tempat, melainkan sebuah bentuk apresiasi terhadap evolusi layanan kereta api di Indonesia. Kelas Ekonomi Retrofit menjadi bukti sejarah transformasi KAI dari kelas ekonomi yang “menyiksa” menuju kelas ekonomi yang lebih manusiawi dan nyaman.
Sumber
https://blitarkawentar.jawapos.com/nasional/2604180008/naik-kereta-api-singasari-dari-pasar-senen-ke-purwokerto-begini-sensasi-ekonomi-retrofit-yang-langka-dan-segera-punah


