Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Medan tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat rentan. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menilai skema penyerapan tenaga kerja dalam program ini sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan pengangguran, Selasa (14/4/2026).
Dalam rapat koordinasi yang membahas implementasi MBG, Rico mengapresiasi kebijakan yang memprioritaskan kelompok masyarakat dari kategori Desil 1 dan Desil 2 sebagai tenaga kerja dalam program SPPG.
Ia menyebut bahwa pendekatan ini memberikan dampak sosial yang signifikan di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
“Program ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat yang berada di lapisan paling membutuhkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rico menekankan pentingnya melibatkan tenaga kerja lokal di setiap titik layanan agar manfaat program benar-benar dirasakan secara langsung oleh masyarakat setempat.
“Kami ingin setiap titik pelayanan melibatkan masyarakat sekitar, sehingga dampaknya tidak hanya pada penerima manfaat, tetapi juga pada tenaga kerja lokal,” katanya.
Ia juga melihat bahwa keterlibatan masyarakat akan memperkuat hubungan sosial di lingkungan sekitar.
[21.12, 2/1/2026] fana jingga:
[21.13, 2/1/2026] fana jingga:
“Ketika masyarakat terlibat langsung, maka akan tercipta rasa memiliki dan kebersamaan dalam menjalankan program ini,” ungkapnya.
Menurut Rico, program MBG berpotensi menjadi solusi ganda: meningkatkan gizi sekaligus memperkuat ketahanan sosial ekonomi.
“Ini bukan sekadar program bantuan, tetapi juga upaya membangun ketahanan ekonomi masyarakat dari bawah,” tegasnya.

