Arus Balik Lebaran 2026 Memasuki Puncak Tahap Kedua, Rekayasa Lalu Lintas Mulai Diperluas. Melansir dari laman kompas.tv, gelombang arus balik Lebaran 2026 tahap kedua mulai menunjukkan peningkatan signifikan di ruas Tol Trans Jawa. Pemerintah, bersama kepolisian dan pengelola jalan tol, bergerak cepat menerapkan rekayasa lalu lintas secara bertahap guna mencegah penumpukan kendaraan menuju Jakarta. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 28–29 Maret 2026 sehingga berbagai skenario rekayasa mulai diaktifkan sejak Jumat (27/3).
Volume Kendaraan Mulai Padat di Tol Trans Jawa
Kepadatan mulai terpantau sejak pagi hari di sejumlah titik, khususnya di area istirahat yang sering menjadi sumber perlambatan. Berdasarkan laporan lapangan, jumlah kendaraan yang mengarah ke Jakarta meningkat tajam dibandingkan arah sebaliknya. Hingga pukul 08.00 WIB, sekitar 19.700 kendaraan tercatat melintas di Tol Cipali menuju Jakarta, sedangkan yang ke arah timur hanya sekitar 5.000 kendaraan. Kondisi ini memperlihatkan dominasi pemudik yang kembali ke Jabodetabek usai libur Lebaran.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas sebagaimana one way dan contraflow diterapkan secara situasional, menyesuaikan kondisi arus kendaraan di lapangan. Pemerintah memastikan seluruh kebijakan dilakukan dinamis, dengan pengaktifan dan perluasan jalur rekayasa mengikuti perkembangan kepadatan.
One Way Lokal Mulai Berjalan dan Berpotensi Diperluas
Rekayasa one way lokal menjadi langkah pertama yang diterapkan. Mulai pukul 08.47 WIB, arus kendaraan dari KM 132 hingga KM 70 arah Jakarta diarahkan satu jalur untuk memperlancar pergerakan kendaraan. Astra Tol Cipali melalui Ardam Rafif Trisilo menyampaikan bahwa sebelum pemberlakuan skema ini, jalur dan rest area telah disterilkan terlebih dahulu untuk memastikan kesiapan area.
Pihak kepolisian juga membuka opsi memperluas one way hingga KM 188 bahkan hingga KM 414 apabila volume kendaraan terus meningkat. Jika situasi mengharuskan, skema tersebut dapat berubah menjadi one way nasional.
Contraflow Diterapkan di Tol Jakarta Cikampek
Selain one way, rekayasa contraflow diberlakukan mulai dari KM 70 hingga KM 47 arah Jakarta sejak pukul 08.49 WIB. PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan dukungannya penuh terhadap keputusan kepolisian agar arus balik tetap bergerak stabil. Untuk menjaga kelancaran, hingga 22 gardu tol di Gerbang Cikampek Utama dioperasikan, serta petugas lapangan turut disiagakan untuk mengatur arus kendaraan.
Imbauan Pemerintah kepada Para Pemudik
Menteri Perhubungan mengimbau masyarakat yang sedang dalam perjalanan balik untuk merencanakan keberangkatan secara bijak, memantau update kondisi lalu lintas, serta memastikan pengendara dalam kondisi sehat. Pemudik juga diminta tidak berpindah jalur sembarangan selama rekayasa berlangsung dan menjaga kecukupan saldo uang elektronik agar tidak terjadi antrean panjang di gerbang tol.
Kesimpulan
Peningkatan volume kendaraan menjelang puncak arus balik tahap kedua membuat pemerintah mengaktifkan berbagai rekayasa lalu lintas secara bertahap. Mulai dari one way lokal, contraflow, hingga opsi perluasan menjadi one way nasional, seluruh langkah ini bertujuan menjaga kelancaran perjalanan pemudik menuju Jakarta. Masyarakat diminta mematuhi arahan petugas dan mempersiapkan perjalanan dengan baik demi menghindari kemacetan berkepanjangan.
Sumber referensi
https://www.kompas.tv/nasional/659302/arus-balik-lebaran-2026-mulai-padat-one-way-bertahap-diterapkan?page=2










