Sulingjar 2026 atau Survei Lingkungan Belajar kembali dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi pembelajaran di setiap satuan pendidikan. Pelaksanaan survei tahun ini dimulai pada 20 Juli 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 17 Agustus 2026.
Baca Juga: Cara Mengisi Sulingjar 2026 bagi Guru yang Mengajar di Lebih dari Satu Sekolah
Program ini tidak hanya melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai responden, tetapi juga operator sekolah yang memiliki peran penting dalam menyiapkan akses peserta. Oleh karena itu, setiap pihak perlu memahami perbedaan fungsi antara dashboard pengelolaan dan laman pengisian survei agar proses pelaksanaan berjalan lancar.
Mengacu pada Surat Edaran Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BPKPDM) Nomor 0212/B/F/SK.02.02/2026 tanggal 1 Juli 2026, jadwal pelaksanaan Sulingjar dimajukan dari rencana sebelumnya. Perubahan tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penyusunan Rapor Pendidikan sebagai dasar evaluasi dan peningkatan mutu pendidikan.
Perbedaan Dashboard dan Link Pengisian Sulingjar 2026
Dalam pelaksanaan Sulingjar, terdapat dua laman resmi yang memiliki fungsi berbeda. Memahami perbedaannya akan membantu sekolah menghindari kesalahan saat mengakses layanan.
Mengacu pada informasi yang dilansir dari kompas.com, berikut dua link resmi yang digunakan dalam pelaksanaan Sulingjar 2026:
- Link dashboard: dashboardslb.kemendikdasmen.go.id
- Digunakan oleh operator atau proktor sekolah.
- Berfungsi untuk mengunduh kartu login peserta.
- Digunakan untuk mencetak token peserta.
- Memantau perkembangan atau tingkat keterisian survei di sekolah.
- Link survei: surveilingkunganbelajar.kemendikdasmen.go.id
- Digunakan oleh kepala sekolah dan guru.
- Berfungsi sebagai tempat login menggunakan token.
- Digunakan untuk mengisi seluruh kuesioner Survei Lingkungan Belajar.
Karena memiliki fungsi yang berbeda, kepala sekolah maupun guru hanya perlu mengakses laman survei saat akan mengisi kuesioner. Sementara itu, dashboard hanya menjadi tanggung jawab operator sekolah dalam mengelola data peserta.
Langkah Mengisi Sulingjar 2026
Sebelum memulai pengisian Sulingjar, peserta harus memperoleh kartu login beserta token dari operator sekolah.
Setelah seluruh data diterima, proses pengisian dapat dilakukan dengan mengikuti tahapan berikut:
- Buka laman survei di surveilingkunganbelajar.kemendikdasmen.go.id menggunakan ponsel yang telah terhubung dengan internet.
- Masukkan NPSN sesuai dengan satuan pendidikan tempat peserta terdaftar.
- Ketik token yang tercantum pada kartu login. Pastikan seluruh karakter dimasukkan dengan benar agar proses autentikasi berhasil.
- Masukkan NIK serta tanggal lahir sesuai data yang tercatat pada Dapodik atau EMIS, kemudian klik tombol “Login”.
- Setelah berhasil masuk, jawablah seluruh pertanyaan pada kuesioner berdasarkan kondisi nyata yang dialami selama satu tahun ajaran terakhir.
- Perhatikan indikator nomor halaman di sisi kiri layar. Nomor halaman akan berubah menjadi warna hijau apabila seluruh pertanyaan pada halaman tersebut telah dijawab.
- Gunakan tombol “Sebelumnya” atau “Selanjutnya” untuk berpindah ke halaman berikutnya maupun kembali ke halaman sebelumnya.
- Setelah semua halaman selesai diisi, buka kembali halaman terakhir untuk memastikan tidak ada pertanyaan yang terlewat, kemudian klik tombol “Selesai”.
- Beri tanda centang pada pilihan “Saya Setuju” pada kotak konfirmasi, lalu tekan tombol “Ya” agar seluruh jawaban dikirim ke server pusat.
Perlu diperhatikan bahwa jawaban yang telah dikirim tidak dapat diperbaiki atau diubah kembali. Oleh sebab itu, peserta sebaiknya memeriksa seluruh jawaban sebelum menekan tombol konfirmasi.
Penyebab Link Sulingjar Tidak Bisa Diakses
Selama masa pelaksanaan Sulingjar, sebagian pengguna mungkin mengalami kendala ketika membuka dashboard maupun laman survei. Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah proses migrasi domain dari kemdikbud.go.id menuju kemendikdasmen.go.id. Dalam kondisi tersebut, peserta maupun operator sekolah disarankan menunggu beberapa saat sebelum mencoba kembali mengakses layanan.
Selain itu, apabila token belum dapat digunakan atau nama peserta belum muncul pada dashboard, kemungkinan data peserta belum diperbarui pada sistem Dapodik maupun EMIS.
Jika kondisi tersebut terjadi, operator sekolah perlu segera melakukan pembaruan data melalui layanan Verval PTK sehingga peserta tetap dapat mengikuti Sulingjar sebelum batas akhir pelaksanaan pada 17 Agustus 2026.
Tujuan Pelaksanaan Sulingjar 2026
Perlu dipahami bahwa Sulingjar bukan merupakan instrumen untuk menilai kinerja individu guru maupun kepala sekolah. Survei ini dirancang untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kualitas proses pembelajaran, budaya sekolah, serta lingkungan belajar yang dirasakan oleh warga sekolah.
Hasilnya kemudian dimanfaatkan sebagai bahan dalam Perencanaan Berbasis Data (PBD) sehingga sekolah dapat menyusun program peningkatan mutu yang lebih tepat sasaran.
Karena tujuan utamanya adalah memotret kondisi sebenarnya, seluruh peserta diharapkan memberikan jawaban yang jujur dan sesuai dengan pengalaman nyata selama menjalankan aktivitas di sekolah.
Dengan memahami fungsi dashboard, perbedaan link resmi, serta tata cara pengisian Sulingjar, kepala sekolah, guru, maupun operator sekolah dapat mengikuti seluruh tahapan survei dengan lebih mudah. Pastikan seluruh proses diselesaikan sebelum batas waktu yang telah ditentukan agar data sekolah dapat masuk dalam penyusunan Rapor Pendidikan tahun 2026.


