Sholat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah muakkad yang menjadi momen puncak kemenangan umat muslim setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh. Untuk menyambut Idul Fitri 2026 (1447 H), memahami panduan lengkap mulai dari amalan sunnah, niat, hingga tata cara pelaksanaannya menjadi sangat penting agar ibadah berjalan khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.
Amalan Sunnah Sebelum Sholat Id
Sebelum menuju tempat pelaksanaan sholat, umat muslim dianjurkan melakukan beberapa amalan sunnah untuk menyempurnakan hari raya.
- Pertama, mandi sunnah Idul Fitri pada pagi hari agar tubuh bersih dan segar.
- Kedua, berhias diri dan mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki sebagai bentuk rasa syukur.
- Ketiga, disunnahkan untuk makan (sarapan ringan) sebelum berangkat sholat, sesuai dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang memakan kurma dalam jumlah ganjil. Hal ini dilakukan Rasulullah SAw dari riwayat Anas bin Mali RA, ia berkata:
“Rasulullah SAW tidak beranjak pergi pagi-lagi pada hari Idul Fitri hingga ia makan beberapa kurma.” (HR. Bukhari, Ibnu Majah, Tirmidzi, Ad-Darimi, dan Imam Ahmad) - Keempat, memperbanyak bacaan takbir sejak malam lebaran hingga imam memulai sholat.
- Terakhir, dianjurkan berjalan kaki menuju lokasi sholat dan mengambil rute jalan yang berbeda saat pulang untuk memperluas silaturahmi.
Niat Sholat Idul Fitri
Niat merupakan rukun utama dalam ibadah.
Pelafalan niat dibedakan berdasarkan posisi jamaah:
Sebagai Makmum:
أُصَلِّي سُنَّةَ لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal li ‘idil fitri rak’ataini makmuuman lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Aku berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Fitri sebanyak dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Sebagai Imam:
أُصَلِّي سُنَّةَ لِعِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatan li ‘idil fitri rak’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa
Artinya: “Aku berniat mengerjakan sholat sunnah Idul Fitri sebanyak dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Pelaksanaan
Sholat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat tanpa didahului azan maupun iqamah, melainkan dengan seruan “Ash-shalaatu jaami’ah”.
Rakaat Pertama
- Dimulai dengan takbiratul ihram dan doa iftitah. Kemudian, melakukan takbir tambahan sebanyak 7 kali.
- Di sela-sela takbir, dianjurkan membaca tasbih: “Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar”.
- Setelah itu, membaca Al-Fatihah dan surat pendek (disunnahkan surat Al-A’la), lalu dilanjutkan ruku’ hingga sujud seperti sholat biasa.
Rakaat Kedua
- Setelah bangkit dari sujud, dilakukan takbir tambahan sebanyak 5 kali sebelum membaca Al-Fatihah.
- Surat pilihan yang dianjurkan pada rakaat ini adalah surat Al-Ghasyiyah.
- Sholat diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam.
Khutbah dan Penutup
Setelah salam, jamaah sangat dianjurkan untuk tidak langsung pulang, melainkan tetap duduk mendengarkan khutbah Idul Fitri. Menyimak khutbah merupakan bagian penting dari kesempurnaan rangkaian ibadah Id.
Ibadah ini kemudian ditutup dengan tradisi saling bersalaman dan bermaaf-maafan untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama muslim.
Kesimpulan
Idul Fitri bukan sekadar ibadah ritual sholat dua rakaat, melainkan sebuah perayaan kebersamaan yang memiliki adab dan persiapan khusus untuk menyempurnakan pahala di hari kemenangan.
Sumber
https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8408607/panduan-sholat-idul-fitri-2026-lengkap-amalan-sunnah-niat-tata-caranya?page=2










