Hasil imbang yang diraih PSMS Medan saat menjamu PSPS Pekanbaru semalam menyisakan catatan serius di sektor pertahanan. Dalam laga yang berlangsung ketat di kandang sendiri, PSMS harus rela kehilangan poin penuh setelah kebobolan melalui skema bola mati yang seharusnya bisa diantisipasi dengan lebih baik.
Sejak awal pertandingan, PSMS sebenarnya sudah berupaya mengontrol jalannya laga. Namun, rapatnya pertahanan lawan dan kurangnya fokus di momen krusial membuat tim tuan rumah harus tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya menyamakan kedudukan di babak kedua.
Pelatih Eko Purjianto mengungkapkan bahwa skema permainan lawan sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya.
“Kalau kita lihat, kita sudah antisipasi mereka yang bermain sangat ‘deep’ dengan menempatkan lima pemain di lini belakang, jadi sebenarnya itu sudah kita baca dari awal,” ujarnya usai laga, Sabtu (28/3/2026).
Ia menegaskan bahwa instruksi kepada pemain sudah disampaikan sejak sebelum pertandingan dimulai.
“Di awal saya sudah bilang ke pemain harus fokus, terutama dalam mengantisipasi bola mati, karena itu sering jadi peluang bagi lawan,” katanya.
Namun, situasi di lapangan berkata lain dan PSMS harus menerima konsekuensi dari kelengahan tersebut.
“Kita kebobolan dari *set piece*, dari bola mati ya, dan itu jelas karena pemain kita tidak siap dan tidak fokus untuk mengantisipasi situasi tersebut,” tegasnya.
Eko menyebut, aspek konsentrasi akan menjadi perhatian utama dalam evaluasi tim.
“Ini akan jadi perbaikan kita ke depan, terutama bagaimana pemain lebih siap dan lebih disiplin dalam situasi bola mati,” tutupnya.










