Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu momen yang paling dinanti oleh umat Islam di berbagai penjuru dunia.
Setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, kaum Muslim menyambut hari kemenangan dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.
Salat Idul Fitri merupakan ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.
Hukumnya adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat ditekankan.
Ibadah ini dianjurkan bagi laki-laki maupun perempuan, dan lebih utama dikerjakan secara berjamaah.
Pelaksanaannya lebih dianjurkan di masjid jika kapasitas mencukupi. Namun, apabila masjid tidak mampu menampung jamaah, maka pelaksanaan di lapangan terbuka menjadi pilihan yang lebih utama.
Lalu, bagaimana pelaksanaannya?
Panduan Pelaksanaan Shalat Idul Fitri
Mengacu pada sumber resmi Kementerian Agama, berikut niat dan tata cara salat Idul Fitri:
- Jika dilakukan berjamaah, jumlah minimal jamaah adalah empat orang, terdiri dari satu imam dan tiga makmum.
- Menurut Imam Ala’ al-Din al-Samarqandy, salat Idul Fitri juga sah dilakukan minimal oleh dua orang.
- Khutbah Idul Fitri dilakukan secara ringkas, terutama jika dilaksanakan secara berjamaah.
Tata Cara Pelaksanaan Shalat Idul Fitri
Mengawali dengan niat salat Idul Fitri. Jika dilafalkan, bacaannya sebagai berikut:
Berjamaah
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لله تعالى
Ushalli sunnata li’idil fithri rak’ataini ma’muman/imaman lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
Sendiri
Ushalli sunnata li’idil fithri rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat shalat sunah Idul Fitri dua rakaat karena Allah ta’ala.”
- Melakukan takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.
- Membaca doa iftitah.
- Membaca takbir sebanyak tujuh kali (di luar takbiratul ihram). Di sela-sela takbir, dianjurkan membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah walhamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar.
- Membaca surah Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan salah satu surah pendek dalam Al-Qur’an.
- Melakukan ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga kembali berdiri seperti salat pada umumnya.
- Pada rakaat kedua, membaca takbir sebanyak lima kali (selain takbir berdiri). Di antara takbir dianjurkan membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ.
Subhanallah walhamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar.
- Membaca surah Al-Fatihah, lalu dilanjutkan dengan surah pendek lainnya.
- Menyempurnakan gerakan salat seperti ruku’, sujud, hingga diakhiri dengan salam.
- Setelah salat selesai, disunnahkan untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri.
Amalan Sunnah Di Hari Idul Fitri
Mengacu pada ajaran Rasulullah SAW, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan saat Idul Fitri:
Memperbanyak Takbir
Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengumandangkan takbir sejak malam terakhir Ramadhan hingga pagi hari 1 Syawal.
Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 185:
: وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ
Artinya: “Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah”. (QS. Al-Baqarah: 185).
Takbir terbagi menjadi Dua Jenis, yaitu:
- Takbir muqayyad, yaitu takbir yang dibaca setelah salat, baik wajib maupun sunnah.
- Takbir mursal, yaitu takbir yang bisa dibaca kapan saja tanpa batasan waktu setelah salat.
Berpenampilan Rapi Dan Terbaik
Pada hari raya, umat Islam dianjurkan untuk tampil bersih dan rapi sebagai bentuk kebahagiaan.
Hal ini bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan diri, memotong kuku, menggunakan wewangian, serta mengenakan pakaian terbaik.
Pakaian berwarna putih dianjurkan, namun jika ada pakaian lain yang lebih baik, maka itu yang lebih diutamakan.
Makan Sebelum Shalat Id
Pada hari Idul Fitri, umat Islam dilarang berpuasa.
Sebelum berangkat salat, Rasulullah SAW biasanya mengonsumsi kurma dalam jumlah ganjil, seperti tiga, lima, atau tujuh buah.
Dalam hadist disebutkan:
“Pada waktu Idul Fitri Rasulullah SAW tidak berangkat ke tempat shalat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Ahmad dan Bukhari).
Menempuh Jalan Berbeda
Rasulullah SAW melaksanakan salat Id bersama keluarga dan para sahabat, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak.
Beliau juga menempuh rute yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat salat.
Selain itu, pelaksanaan salat Idul Fitri biasanya dilakukan setelah matahari naik setinggi tombak, agar umat Islam memiliki waktu untuk menunaikan zakat fitrah.
Mengunjungi Tempat Hiburan Yang Diperbolehkan
Pada hari raya, Rasulullah SAW pernah menemani Aisyah menyaksikan pertunjukan permainan tombak dan tameng.
Hal ini menunjukkan bahwa menikmati hiburan yang diperbolehkan juga menjadi bagian dari kebahagiaan di hari raya.
Bersilaturahmi
Rasulullah SAW juga mengunjungi para sahabatnya saat Idul Fitri.
Demikian pula para sahabat saling mengunjungi dan mendoakan satu sama lain dalam suasana penuh kehangatan.
Saling Memberi Ucapan Selamat
Hari raya merupakan momen kebahagiaan.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk saling mengucapkan selamat serta mendoakan kebaikan satu sama lain.
Kesimpulan
Semoga setiap amalan yang dilakukan di hari yang fitri ini membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.
Sumber Referensi
- https://www.tribunnews.com/nasional/7807034/tata-cara-dan-niat-sholat-idul-fitri-ketahui-amalan-sunnah-sebelum-dan-setelah-salat-idul-fitri?page=4










