Mengumandangkan takbir merupakan syiar Islam yang sangat dianjurkan saat menyambut dua hari raya besar, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Meskipun keduanya merupakan bentuk pengagungan kepada Allah SWT, terdapat perbedaan mendasar dalam hal jenis takbir, durasi pelaksanaan, serta batas akhir waktunya. Memahami perbedaan ini penting bagi umat Muslim agar dapat menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan sunnah yang tepat.
Takbir Mursal pada Idul Fitri
Takbir pada hari raya Idul Fitri disebut dengan Takbir Mursal. Karakteristik utamanya adalah tidak terikat oleh waktu sholat lima waktu. Umat muslim dapat melantunkannya kapan saja dan di mana saja, baik di masjid, rumah, pasar, maupun dalam perjalanan. Berdasarkan artikel tersebut, waktu dimulainya takbir Idul Fitri adalah sejak matahari terbenam pada malam terakhir bulan Ramadan (malam takbiran). Batas akhir takbir Idul Fitri tergolong singkat. Takbir ini berakhir ketika imam sudah mulai melaksanakan sholat Idul Fitri. Begitu takbiratul ihram sholat Id dikumandangkan, maka berakhir pula kesunnahan membaca takbir mursal tersebut. Hal ini menandakan transisi dari kegembiraan menyambut hari raya menuju inti ibadah sholat itu sendiri.
Takbir Muqayyad pada Idul Adha
Berbeda dengan Idul Fitri, takbir pada Idul Adha bersifat lebih kompleks karena mencakup Takbir Muqayyad. Takbir ini disebut “muqayyad” karena pelaksanaannya terikat atau menyertai waktu-waktu sholat fardhu.
Selain bisa dilakukan secara bebas seperti takbir mursal, umat muslim disunnahkan membaca takbir setiap selesai menunaikan sholat lima waktu selama hari raya dan hari-hari tasyrik. Durasi takbir Idul Adha jauh lebih panjang dibandingkan Idul Fitri. Takbir dimulai sejak waktu subuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan terus berlanjut hingga hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Batas akhir takbiran Idul Adha adalah pada waktu Ashar di hari terakhir Tasyrik (13 Dzulhijjah). Panjangnya durasi ini berkaitan dengan kemuliaan bulan Dzulhijjah dan ibadah qurban yang menyertainya.
Kesimpulan
Perbedaan utama terletak pada rentang waktu dan keterikatannya dengan sholat. Idul Fitri hanya memiliki takbir mursal dengan durasi semalam suntuk hingga pagi hari sholat Id. Sementara itu, Idul Adha memiliki kombinasi takbir mursal dan muqayyad yang berlangsung selama lima hari berturut-turut.
Sumber
https://www.detik.com/kalimantan/berita/d-8408794/beda-takbiran-idul-fitri-dengan-idul-adha-kapan-batas-akhirnya










