Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pada Senin (6/4/2026) dengan pergerakan melemah.
Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks dibuka di posisi 7.001,56 atau turun 0,36 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pada awal sesi, IHSG sempat bergerak di kisaran tertinggi 7.008,95 dan terendah 6.935,35.
Aktivitas perdagangan menunjukkan volume mencapai 3,597 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,966 triliun serta frekuensi 222.500 kali.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 414 saham mengalami penurunan, 184 saham mencatat kenaikan, dan 360 saham tidak mengalami perubahan.
Pergerakan Indeks Utama Ikut Tertekan
Sebagian besar indeks unggulan turut mengalami pelemahan. Indeks LQ45 tercatat turun 10,33 poin atau 1,45 persen ke level 704,25. Jakarta Islamic Index (JII) merosot 9,21 poin atau 1,92 persen menjadi 470,35.
Indeks KOMPAS100 terkoreksi 13,03 poin atau 1,34 persen ke posisi 957,93, sementara ISSI melemah 3,16 poin atau 1,26 persen ke level 248,02.
Di sisi lain, IDX30 hanya mengalami penurunan tipis sebesar 0,28 poin atau 0,07 persen ke level 388,36, sedangkan JII70 turun 2,71 poin atau 1,49 persen ke posisi 179,75.
Dengan kapitalisasi pasar yang mencapai Rp 12.066 triliun, tekanan jual masih mendominasi pada awal pekan ini. Pelaku pasar terlihat berhati-hati dengan terus memantau pergerakan nilai tukar serta arus modal asing di tengah kondisi global yang belum stabil.
Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai bahwa situasi pasar global saat ini belum kondusif.
Menurutnya, meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mendorong harga minyak dunia menembus 100 dollar AS per barel, sehingga memicu kekhawatiran akan terjadinya stagflasi, yaitu kondisi inflasi tinggi yang disertai perlambatan ekonomi.
Dalam kondisi tersebut, pelaku pasar cenderung bersikap defensif dengan mengurangi porsi investasi pada aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia.
“Hal inilah yang menjelaskan mengapa IHSG terkoreksi cukup dalam hingga turun 2,19 persen ke level 7.026 (saat penutupan perdagangan Kamis pekan ini), sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa Asia dan Eropa,” ujar Hendra kepada Kompas.com, Minggu (5/4/2026).
Penurunan yang masih berlanjut pada perdagangan Senin (6/4/2026) menunjukkan bahwa sentimen negatif tersebut belum mereda dan masih memengaruhi pergerakan IHSG, meskipun besarnya koreksi berbeda di tiap indeks sektoral.
Kesimpulan
Semoga informasi ini dapat membantu Anda memahami pergerakan pasar saham hari ini serta menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi.
Sumber Referensi
- https://money.kompas.com/read/2026/04/06/092628126/ihsg-hari-ini-dibuka-melemah-ke-level-700156


Komentar