Insiden penodongan senjata api yang viral di Medan tidak hanya berhenti pada intimidasi, tetapi juga berujung pada aksi penganiayaan. Korban mengaku bahwa bentrokan fisik terjadi sebagai bentuk pembelaan diri setelah mendapat tekanan dan ancaman dari pelaku, Selasa (14/4/2026).
Situasi yang awalnya berupa teriakan dan makian berubah cepat menjadi kekerasan di lokasi kejadian.
<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376″
crossorigin=”anonymous”></script>
<!– 2023des1 –>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block”
data-ad-client=”ca-pub-0032959964480376″
data-ad-slot=”7381647052″
data-ad-format=”auto”
data-full-width-responsive=”true”></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
Narasumber, Rofiky (Viky) Nduru, menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti penyebab awal cekcok tersebut.
“Kami sendiri nggak tahu masalahnya apa Bang. Kami sempat tanya, tapi mereka langsung saja marah-marah dan akhirnya terjadi baku hantam,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan korban murni sebagai respons atas ancaman yang diterima.
“Kami melakukan perlawanan itu karena pembelaan diri Bang. Karena mereka sudah duluan menyerang dan bahkan pakai senpi untuk menakut-nakuti,” katanya.
Menurutnya, tuduhan bahwa mereka memicu kejadian karena suara motor tidak sepenuhnya benar.
<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0032959964480376″
crossorigin=”anonymous”></script>
<!– 2023des2 –>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block”
data-ad-client=”ca-pub-0032959964480376″
data-ad-slot=”3386561724″
data-ad-format=”auto”
data-full-width-responsive=”true”></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>
“Alasan mereka katanya karena kami geber-geber motor. Padahal kami tancap gas karena takut, kami kira mereka begal, jadi wajar suara motor jadi besar,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan serangan terlebih dahulu.
“Saya tidak ada memukul mereka duluan Bang, saya hanya berusaha menahan dan melindungi diri. Karena situasinya sudah tidak aman,” jelasnya.

