Rabu, 5 Agustus 2026
Informasi Aktual
No Result
View All Result
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Info
    • Pendidikan
    • Ekonomi
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Kesehatan
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Info
    • Pendidikan
    • Ekonomi
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Medan aktual
No Result
View All Result

Garis Bujur dalam Konsepsi Klasik (Bagian 3)

AJR by AJR
3 Mei 2026
in Info
0
Garis Bujur dalam Konsepsi Klasik (Bagian 3)

Garis Bujur dalam Konsepsi Klasik (Bagian 3)

Dari Dunia Islam ke Eropa

Perkembangan konsep garis bujur dalam dunia Islam memiliki pengaruh besar terhadap kebangkitan ilmu pengetahuan di Eropa pada Abad Pertengahan. Setelah para ilmuwan Muslim mengembangkan sistem astronomi dan geografi dari warisan Yunani, India, dan Persia, karya-karya mereka kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan dipelajari secara luas di Barat. Proses perpindahan ilmu ini menjadi salah satu jembatan penting menuju lahirnya sains modern di Eropa.

Salah satu tokoh penting dalam proses tersebut adalah Adelard of Bath. Pada tahun 1126 M, ia menerjemahkan tabel astronomi karya al-Khawarizmi ke dalam bahasa Latin. Melalui terjemahan ini, bangsa Eropa mulai mengenal metode perhitungan astronomi Islam, sistem koordinat langit, serta konsep-konsep geografis seperti Arin yang sebelumnya berkembang dalam tradisi Arab dan India. Karya al-Khawarizmi memberi pengaruh besar terhadap cara orang Eropa memahami pemetaan bumi dan penanggalan.



Tokoh lain yang berperan besar ialah Gerard of Cremona. Pada abad ke-12, ia datang ke Toledo, Spanyol, yang saat itu menjadi pusat penerjemahan ilmu pengetahuan Arab ke Latin. Gerard menerjemahkan banyak karya astronomi, matematika, dan kedokteran Muslim ke dalam bahasa Latin. Dari sinilah Eropa memperoleh kembali pengetahuan yang kelak menjadi dasar perkembangan navigasi laut, kartografi, dan eksplorasi samudra.

Menuju Sistem Modern

Meskipun konsep garis bujur terus berkembang, hingga masa pertengahan belum ada kesepakatan global mengenai titik nol derajat. Setiap wilayah atau tradisi ilmiah sering menetapkan acuan sendiri sesuai kebutuhan praktis dan politik. Astronom Andalusia Maslamah al-Majrithi, misalnya, pernah menjadikan Kordova sebagai garis bujur nol dalam sistem yang digunakannya. Hal ini menunjukkan bahwa pusat ilmu pengetahuan sering dijadikan pusat koordinat.




Dalam beberapa peta lain, wilayah Zanzibar di pesisir timur Afrika juga pernah dijadikan garis utama. Penempatan titik nol di berbagai lokasi membuktikan bahwa garis bujur pada masa itu masih bersifat konvensional dan belum seragam di seluruh dunia.

Barulah pada era modern, kebutuhan navigasi internasional, perdagangan global, dan pemetaan dunia mendorong lahirnya kesepakatan bersama. Pada Konferensi Meridian Internasional tahun 1884, dunia akhirnya menetapkan Greenwich di London, Inggris, sebagai garis bujur 0 derajat. Dari titik inilah dihitung garis bujur timur dan barat hingga 180 derajat yang masih digunakan sampai sekarang.



Kesimpulan

Perjalanan konsep garis bujur dari Lanka, Arin, Kordova, Zanzibar, hingga Greenwich menunjukkan sejarah panjang perkembangan ilmu geografi manusia. Sistem modern yang digunakan saat ini bukanlah lahir secara tiba-tiba, melainkan hasil penyempurnaan bertahap dari gagasan-gagasan klasik yang diwariskan oleh berbagai peradaban dunia.

 

Tags: bujurBUMIgreenwichlintang
Next Post
Fungsi Ilmu Falak dalam Kehidupan Umat Islam

Fungsi Ilmu Falak dalam Kehidupan Umat Islam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi terkini di Indonesia, Saldo Dana, Gopay, E Wallet, Informasi bantuan sosial, bantuan pendidikan, beasiswa dan desil serta informasi update lainnya

  • BPJS
  • CPNS
  • Info
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.