Penentuan awal bulan Hijriah merupakan bagian penting dalam pelaksanaan ibadah umat Islam, seperti puasa Ramadan dan hari raya. Di Indonesia, terdapat beberapa organisasi Islam yang memiliki metode berbeda dalam menetapkannya. Salah satu di antaranya adalah Persatuan Islam (PERSIS), yang dikenal dengan pendekatan yang tegas dalam menggunakan dalil dan ilmu pengetahuan. Metode yang digunakan PERSIS bertujuan untuk menghasilkan penentuan awal bulan yang pasti, akurat, dan sesuai dengan ajaran Islam.
Sekilas tentang PERSIS
Persatuan Islam atau PERSIS adalah organisasi Islam yang didirikan pada tahun 1923 di Bandung. Organisasi ini memiliki fokus pada pemurnian ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan hadis. PERSIS dikenal sebagai organisasi yang menekankan pentingnya kembali kepada sumber ajaran Islam yang asli, serta menggunakan pendekatan rasional dan ilmiah dalam memahami agama. Dalam berbagai persoalan keagamaan, termasuk penentuan awal bulan Hijriah, PERSIS berusaha menggabungkan dalil syar’i dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.
Metode Persatuan Islam (PERSIS) dalam Penentuan Awal Bulan
Dalam menentukan awal bulan Hijriah, PERSIS menggunakan metode hisab sebagai dasar utama. Hisab yang digunakan adalah perhitungan astronomi yang akurat untuk mengetahui posisi bulan dan matahari. Menurut PERSIS, kemajuan ilmu pengetahuan memungkinkan penentuan awal bulan dilakukan secara pasti tanpa harus menunggu pengamatan langsung terhadap hilal.
PERSIS berpendapat bahwa selama ijtimak (konjungsi) telah terjadi sebelum matahari terbenam dan bulan berada di atas ufuk, maka saat itu sudah dapat ditetapkan sebagai awal bulan baru. Dengan demikian, metode ini tidak bergantung pada terlihat atau tidaknya hilal secara fisik, melainkan pada kepastian perhitungan ilmiah.
Pendekatan ini memberikan kelebihan berupa kepastian waktu yang dapat diketahui jauh hari sebelumnya. Hal ini memudahkan umat Islam dalam merencanakan ibadah dan kegiatan lainnya. Selain itu, metode ini juga menghindari kendala yang sering terjadi dalam rukyat, seperti cuaca buruk atau keterbatasan lokasi pengamatan.
Namun demikian, metode ini berbeda dengan pendekatan yang digunakan oleh sebagian organisasi lain yang masih mengutamakan rukyat. Perbedaan ini menunjukkan adanya keragaman dalam memahami dalil dan penerapannya dalam kehidupan modern.
Kesimpulan
Metode PERSIS dalam penentuan awal bulan Hijriah menitikberatkan pada penggunaan hisab sebagai dasar utama. Dengan memanfaatkan perhitungan astronomi yang akurat, PERSIS berupaya memberikan kepastian dalam penentuan waktu ibadah. Meskipun terdapat perbedaan dengan metode lain, tujuan yang ingin dicapai tetap sama, yaitu menjalankan ibadah dengan tepat. Oleh karena itu, perbedaan ini hendaknya disikapi dengan sikap saling menghormati demi menjaga persatuan umat Islam.










