Bulan Ramadan kini berakhir. Dalam waktu dekat, umat Islam di seluruh dunia akan menyambut hari yang penuh kemenangan, yaitu Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Pada pagi 1 Syawal, umat muslim sangat dianjurkan untuk mengawali hari dengan melaksanakan salat sunah Idul Fitri. Secara garis besar, tata cara pelaksanaannya mirip dengan salat sunah lainnya.
Namun, terdapat perbedaan pada jumlah takbir tambahan, bacaan tasbih, serta surat yang dianjurkan untuk dibaca.
Agar pelaksanaan ibadah di hari yang fitri menjadi lebih khusyuk dan sempurna, penting untuk memahami niat serta urutan pelaksanaannya dengan benar.
Lafaz Niat Salat Idul Fitri
Berdasarkan penjelasan dari NU Online, niat salat Idul Fitri dilafalkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Bacaan niat dibedakan tergantung pada posisi, apakah sebagai makmum atau imam.
Berikut lafaz niatnya:
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Bacaan Latin: Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini (ma’mûman / imaman) lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
Urutan Pelaksanaan Salat Idul Fitri
Salat sunah Idul Fitri dilakukan sebanyak dua rakaat, baik secara berjamaah maupun sendiri. Berikut langkah-langkah pelaksanaannya:
Niat Dan Takbiratul Ihram
Salat diawali dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan takbiratul ihram (Allahu Akbar), sekaligus meneguhkan niat di dalam hati. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca doa iftitah.
Tujuh Kali Takbir Tambahan di Rakaat Pertama
Pada rakaat pertama, sebelum membaca Al-Fatihah, dianjurkan untuk melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali sambil mengangkat tangan.
Di antara takbir tersebut, bacalah tasbih berikut:
Lafal 1:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Arab Latin: Allâhu akbar kabîran, wal ḫamdulillâhi katsîran, wa subḫânallâhi bukratan wa ashîla
Lafal 2:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Arab Latin: Subḫânallâhi wal ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar
Membaca Al-Fatihah dan Surat Al-A’la
Setelah selesai takbir tambahan, bacalah surat Al-Fatihah, kemudian disunnahkan membaca surat Al-A’la.
Melanjutkan Gerakan Salat Seperti Biasa
Setelah itu, lakukan gerakan rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua sebagaimana salat pada umumnya.
Lima Kali Takbir Tambahan di Rakaat Kedua
Saat berdiri di rakaat kedua, lakukan lima kali takbir tambahan sebelum membaca Al-Fatihah, disertai bacaan tasbih di setiap jedanya.
Membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Ghasiyah
Kemudian lanjutkan dengan membaca Al-Fatihah, diikuti dengan surat Al-Ghasiyah sebagai surat yang dianjurkan.
Menyempurnakan Salat Hingga Salam
Terakhir, lanjutkan gerakan salat hingga tahiyat akhir dan tutup dengan salam.
Kesimpulan
Dengan memahami niat dan tata cara pelaksanaannya, salat sunah Idul Fitri dapat dilakukan dengan lebih khusyuk serta memberikan makna yang lebih dalam di hari raya Idul Fitri tahun ini.
Sumber Referensi
- https://www.detik.com/sumut/berita/d-8407654/ini-bacaan-niat-dan-tata-cara-salat-sunah-idul-fitri-1447-h










