Info Tips dan Panduan
Beranda / Tips dan Panduan / Bacaan Takbiran Idul Fitri Full Untuk Malam Lebaran

Bacaan Takbiran Idul Fitri Full Untuk Malam Lebaran

Bacaan Takbiran Idul Fitri Full Untuk Malam Lebaran
Bacaan Takbiran Idul Fitri Full Untuk Malam Lebaran

Takbiran Idul Fitri mulai dilantunkan ketika malam 1 Syawal tiba. Kumandang takbir terdengar di berbagai tempat seperti masjid, musala, hingga rumah-rumah sebagai bentuk rasa syukur atas berakhirnya bulan Ramadan. Lafaz takbir sendiri berisi pujian dan pengagungan kepada Allah SWT.

Para ulama menjelaskan bahwa hukum takbiran Idul Fitri adalah sunnah. Anjuran ini juga didasarkan pada hadits Rasulullah SAW berikut:

“Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (Fitri dan Adha) karena hal itu dapat melebur dosa-dosa.” (HR Ahmad)



Bacaan Takbiran Idul Fitri Lengkap

Takbiran Idul Fitri Versi Panjang

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ، وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ.

Arab latin: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Allaahu akbar walillaahil hamd

Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa
wasubhaanallaahi bukrataw wa ashillaa

Laa ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu
Mukhlishiina lahuddiin
Walau karihal kaafiruun

Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundah, wahazamal ahzaaba wahdah

Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Allaahu akbar walillaahil hamd




Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Maha Besar
Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Allah Maha Besar dengan segala kebesaran
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya
Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore

Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir membencinya.

Tiada Tuhan selain Allah dengan ke Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”



Takbiran Idul Fitri Versi Pendek

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

Arab latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar. Allaahu akbar walillaahil hamd.

Artinya: “Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”

Waktu Pelaksanaan Takbiran Idul Fitri

Takbiran Idul Fitri dimulai sejak matahari terbenam pada malam 1 Syawal. Dengan demikian, umat Islam sudah dapat mengumandangkan takbir sejak malam Lebaran, baik secara individu maupun berjamaah. Takbiran ini berlanjut hingga pagi hari sebelum pelaksanaan salat Id.

Imam juga dianjurkan untuk mengumandangkan takbir setelah salat Magrib, Isya, dan Subuh hingga waktu salat Id tiba dan dimulai di lokasi pelaksanaan salat.




Dalam sebuah hadits disebutkan:

“Nabi SAW biasa keluar hendak salat pada Hari Raya Idul Fitri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai salat hendak dilaksanakan. Ketika salat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.” (HR An-Nasa’i)

Selain itu, takbir boleh dilantunkan dalam berbagai keadaan, baik saat berdiri, duduk, maupun berbaring. Takbiran juga bisa dikumandangkan di berbagai tempat seperti rumah, jalan, dan pasar.

Bagi laki-laki, dianjurkan membaca takbir dengan suara lantang. Sedangkan perempuan cukup melafalkannya dengan suara pelan yang dapat didengar oleh diri sendiri, terutama saat berada di tempat umum bersama yang bukan mahram.

Kesimpulan

Takbiran Idul Fitri merupakan tradisi yang penuh makna, sebagai bentuk rasa syukur umat Islam atas berakhirnya bulan Ramadan.



Sumber Referensi

  • https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8408283/teks-takbiran-idul-fitri-lengkap-untuk-malam-lebaran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan