Info
Beranda / Info / Cara Mengurus Kartu ATM BRI Hilang: Panduan Blokir hingga Ganti Kartu

Cara Mengurus Kartu ATM BRI Hilang: Panduan Blokir hingga Ganti Kartu

Cara Mengurus Kartu ATM BRI Hilang: Langkah Aman dan Biaya Terbaru
Cara Mengurus Kartu ATM BRI Hilang: Panduan Blokir hingga Ganti Kartu

Kehilangan kartu ATM sering bikin panik, apalagi kalau belum sempat diamankan.

Untuk nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI), ada beberapa langkah yang bisa langsung dilakukan supaya rekening tetap aman dan kartu bisa segera diganti.

Informasi dari BRI menyebutkan, penggantian kartu debit yang hilang memang dikenakan biaya sesuai jenis kartu.

Tapi sebelum sampai ke tahap itu, hal pertama yang wajib dilakukan adalah memblokir kartu.



Prioritas Utama: Blokir Kartu Secepatnya

Begitu sadar kartu hilang, jangan ditunda. Pemblokiran bisa dilakukan langsung tanpa harus datang ke kantor cabang.

Lewat aplikasi BRImo, prosesnya cukup cepat:

  • Masuk ke akun BRImo
  • Pilih menu “Semua Rekeningmu”
  • Buka “Lihat Detail”
  • Geser ke bagian status kartu
  • Lanjutkan proses blokir dan masukkan PIN

Kalau ingin lebih aman, tersedia juga opsi blokir permanen di menu yang sama.

Selain itu, pemblokiran bisa dilakukan lewat layanan resmi seperti WhatsApp Sabrina atau Contact BRI di 1500017.



Cara Ganti Kartu ATM BRI yang Hilang

Setelah kartu diblokir, barulah lanjut ke proses penggantian. Ada beberapa opsi yang bisa dipilih:

  • Gunakan mesin Digital CS
  • Akses Replacement Card Machine (RCM)
  • Datang langsung ke kantor cabang BRI
  • Atau ke kantor tempat buka rekening

Pastikan membawa KTP asli untuk verifikasi data.



Rincian Biaya Penggantian Kartu

Biaya penggantian kartu debit BRI tidak sama untuk semua jenis. Berikut kisarannya:

  • Simpedes (GPN/Private Label): Rp10.000
  • Classic / Silver: Rp15.000
  • Gold / Black / Contactless / BritAmaX: Rp20.000
  • Premium: Rp25.000




Catatan Penting

Selisih biaya memang tidak terlalu besar, tapi langkah pemblokiran tetap jadi yang paling krusial. Semakin cepat kartu diamankan, semakin kecil risiko penyalahgunaan.

Kalau dilihat dari alurnya, prosesnya sebenarnya cukup sederhana: blokir dulu, lalu urus penggantian. Tinggal pilih cara yang paling praktis sesuai kondisi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan