Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) memutuskan untuk menahan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan non-subsidi mulai 1 April 2026.
Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi nasional, di tengah lonjakan harga minyak mentah global akibat krisis geopolitik di Timur Tengah.
Alasan Stabilnya Harga BBM Meski Minyak Dunia Naik
Kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kenaikan BBM meningkat signifikan menjelang April 2026. Analisis tren pencarian di berbagai platform digital menunjukkan kepedulian publik terhadap efek dari lonjakan harga energi global.
Pada perdagangan Kamis, 2 April 2026, harga minyak mentah Brent menembus USD 106,15 per barel, naik hampir enam persen. Sementara acuan WTI berada di USD 104,26 per barel.
Lonjakan ini disebabkan oleh ketegangan militer dan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, termasuk gangguan di Selat Hormuz, jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Langkah Pertamina menahan harga BBM menjadi langkah penting untuk meredam inflasi domestik sekaligus mencegah kepanikan masyarakat yang dapat memicu pembelian massal di tingkat ritel.
Daftar Harga BBM Terbaru April 2026
Menurut publikasi resmi Pertamina Patra Niaga, tidak ada perubahan harga BBM di SPBU, khususnya untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat:
- Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter
- Bio Solar (Subsidi): Rp 6.800 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp 12.300 per liter
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp 12.900 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp 13.100 per liter
- Dexlite (CN 51): Rp 14.200 per liter
- Pertamina Dex (CN 53): Rp 14.500 per liter
Di wilayah Free Trade Zone seperti Sabang dan Batam, harga BBM lebih rendah karena pembebasan bea. Harga Pertamax di Batam tercatat Rp 11.750 per liter. Untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan, harga BBM non-subsidi menyesuaikan pajak daerah dengan selisih sekitar Rp 300 per liter.
SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy juga menahan harga jual mereka sejak 1 April 2026 untuk menjaga volume pelanggan dan mencegah migrasi ke SPBU Pertamina.
Strategi Pertamina Menjaga Stabilitas Harga
Secara ekonomi, margin BBM saat ini melebihi harga jual eceran. Pertamina mampu mempertahankan harga melalui dukungan APBN, termasuk subsidi dan kompensasi energi. Kontrak pengadaan minyak mentah jangka panjang juga melindungi perusahaan dari fluktuasi pasar spot internasional.
Selain itu, implementasi wajib B50 (50 persen campuran biodiesel) membantu mengurangi impor solar, menjaga cadangan devisa, dan menahan tekanan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang berada di kisaran Rp 17.000.
Potensi Risiko Pasokan dan Dampak Fiskal
Meskipun harga BBM stabil, risiko krisis pasokan energi global tetap ada. Gangguan di jalur pelayaran utama memaksa kapal tanker mencari rute alternatif, meningkatkan biaya logistik dan asuransi. Jika konflik di Timur Tengah terus meningkat hingga kuartal kedua 2026, APBN mungkin harus menanggung beban subsidi lebih besar, dan penyesuaian harga BBM nonsubsidi bisa dilakukan secara bertahap.
Istana Kepresidenan menegaskan bahwa stok kilang dan cadangan nasional aman. Masyarakat dihimbau untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak terpengaruh kabar bohong tentang kelangkaan.
Tips Menghemat BBM di Masa Ketidakpastian Energi
Dengan harga minyak global di atas USD 100 per barel, pengendalian konsumsi BBM menjadi penting:
- Gunakan bahan bakar sesuai spesifikasi kendaraan: Hindari mencampur oktan berbeda, gunakan RON atau Cetane sesuai buku manual kendaraan.
- Perhatikan bobot dan aerodinamika kendaraan: Kurangi muatan berlebih dan hindari berkendara dengan kaca terbuka agar konsumsi BBM lebih efisien.
- Praktikkan eco-driving: Hindari akselerasi mendadak, pertahankan kecepatan konstan 60-80 km/jam di jalan tol, dan jaga tekanan ban optimal.
Alternatif Mobilitas Jangka Panjang
Situasi saat ini menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan pada BBM fosil. Transisi ke Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) menjadi solusi jangka panjang yang relevan untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Kesimpulan
Semoga informasi ini membantu masyarakat memahami kebijakan penahanan harga BBM oleh Pertamina.
Sumber Referensi
- https://www.netralnews.com/pertamina-pastikan-harga-bbm-stabil-di-tengah-lonjakan-minyak-dunia/ZlNxUGZveGxkK2E3YkdlYWRSRzYxZz09

