Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor tipis 0-1 pada final FIFA Series 2026 di Jakarta. Laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Senin malam (30/3/2026) itu sebenarnya berjalan cukup dikuasai oleh skuad Garuda.
Sepanjang pertandingan, Indonesia tampil lebih dominan dan beberapa kali menekan pertahanan lawan. Namun, justru Bulgaria yang berhasil mencuri gol lebih dulu lewat titik penalti pada menit ke-38.
Tim besutan John Herdman bukannya tanpa peluang. Ada dua kesempatan emas yang sempat tercipta, tapi sayangnya belum berbuah gol karena bola hanya membentur mistar.
Akhirnya, Indonesia harus puas finis sebagai runner-up, meski secara permainan terlihat cukup menjanjikan.
Jalannya Pertandingan
Di awal laga, Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan. Permainan banyak diarahkan lewat sisi sayap, mencoba membuka celah di pertahanan lawan. Anak-anak asuh John Herdman terlihat cukup nyaman menguasai bola, terutama di sekitar 20 menit pertama.
Bulgaria sendiri lebih memilih menunggu dan bertahan. Mereka tidak terlalu terburu-buru keluar menyerang. Dari catatan yang ada, Indonesia sempat memegang sekitar 65 persen penguasaan bola.
Hanya saja, dominasi itu belum benar-benar terasa berbahaya. Pertahanan Bulgaria bermain cukup disiplin—rapat, terorganisir jadi pemain Indonesia kesulitan mencari ruang, apalagi untuk masuk ke kotak penalti.
Pertandingan berjalan cukup sengit dalam 30 menit pertama. Petaka datang ke Indonesia di menit ke-34 ketika Kevin Diks menjatuhkan Zdravko Dimitrov di kotak terlarang.
Wasit asal malaysia itu pun awalnya tak langsung memberikan penalti. Namun stelah mengecek ulang tayangan cek VAR, dia mengharuskan penalti dan memberikan kepada tim Bulgaria tendangan penalti tersebut.
Petkov Cetak Gol Penalti
Marin Petkov yang jadi algojo penalti tampil cukup tenang. Tendangannya berhasil mengecoh Emil Audero, dan Bulgaria pun unggul 1-0 di menit ke-38. Skor itu bertahan sampai turun minum.
Masuk babak kedua, John Herdman langsung melakukan perubahan. Ramadhan Sananta yang kurang terlihat di babak pertama akhirnya ditarik keluar, mungkin untuk cari opsi lain di lini depan.
Kemudian, hingga 10 menit babak kedua dimulai, skuad garuda masih belum bisa menemukan celah untuk memberikan ancaman ke Bulgaria.
Kesimpulan
Hasil ini menunjukkan bahwa Indonesia masih perlu meningkatkan ketajaman di depan gawang dan lebih waspada dalam situasi krusial. Meski kalah, performa yang ditampilkan tetap memberi harapan untuk perkembangan tim ke depannya. NT Guys.










