Pesawat terbang adalah transportasi paling masif yang digunakan di dunia saat ini. Transportasi ini juga terhitung sebagai yang paling aman bila dibandingkan dengan transportasi-transportasi lainnya. Selain dengan media telekomunikasi, adanya pesawat terbang juga menjadikan manusia di seluruh dunia dapat terhubung antara satu dengan yang lainnya. Globalitas dunia hari ini meniscayakan adanya kebutuhan transportasi yang praktis dan aman.
Penemuan Ibn Firnas
Namun taukah kita, ternyata konsep pesawat terbang sejatinya dimunculkan pertama kali oleh ilmuwan Muslim abad ke-3 H/9 M. Dalam sejarah dikenal tokoh bernama Abbas bin Firnas (abad 3 H/9 M) yang berasal dari Spanyol (Andalusia) sebagai Muslim pertama yang menggagas cikal-bakal sebuah mesin pesawat terbang jauh sebelum Wright bersaudara atau Leonardo Da Vinci menemukan dan mendesain mesin pesawat modern. Dalam percobaan pertamanya (sekitar tahun 852 M) Ibn Firnas melakukannya dari atas menara Masjid Agung Kordova. Meski berkali-kali gagal dalam eksperimennya, namun pada akhirnya pada tahun 875 M, pada saat Ibn Firnas berusia 70 tahun, ia telah menyempurnakan sebuah mesin dari sutera dan bulu elang, dia mencoba lagi, melompat dari sebuah gunung. Ia berhasil terbang cukup tinggi dan bertahan selama beberapa menit. Namun ketika mendarat ia masih jatuh karena pesawat tidak diberi perangkat ekor sehingga akan memperlambat saat mendarat.
Pertanyaannya adalah, mengapa seorang Ibn Firnas berani lompat atau melakukan percobaan terbang dari tempat yang tinggi? Jawabannya adalah karena saat itu dia telah memahami dengan baik konsep gravitasi yang menjadi salah satu faktor utama sebuah peswat betapapun demikian berat bebannya dapat terbang (mengudara) di udara. Ide dan pemikiran ini dalam konteks zaman itu tentu terbilang canggih dan brilian. Atas prkatik dan ujicoba Ibn Firnas ini pula mendorong saintis-saintis yang datang berikutnya mendapat inspirasi untuk mengembangkan lebih jauh. Dan puncaknya adalah di era modern, oleh Wright bersaudara atau Leonardo Da Vinci konstruksi pesawat terbang telah demikian sempurna. Namun patut dicatat bahwa dalam hal ini konntribusi Abbas bin Firnas tidak dapat dilepaskan. Kini, di Iraq, untuk mengenang jasa seorang Abbas bin Firnas, salah satu bandara internasional di Bagdad (Irak) diberi
nama “al-Mathar ad-Dauly Abbas bin Firnas” (Bandara Internasional Abbas bin Firnas).
Kesimpulan
Demikian sekilas sosok Ibn Firnas, yang menginisiasi konsep pesawat terbang era modern. Menjadi tugas generasi muda hari ini untuk memperkenalkan tokoh ini, serta terus menggali khazanah-khazanah keilmuan lainnya.










