Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun pada awal sesi perdagangan saham Senin, (30/3/2026). Perbaikan IHSG hari ini di tengah bursa saham asia Pasifik yang tertekan dan seluruh sektor saham memerah.
Berdasarkan data RTI, saat pembukaan perdagangan, IHSG turun 77 poin menjadi 7.020,53. Pada pukul 09.12 WIB, IHSG semakin turun 1,66% ke 6.982. Indeks saham LQ45 juga turun 1,82% ke 705.
Semua Indeks Saham Juga Ikut Tertekan
Di awal perdagangan, IHSG sempat naik sampai 7.024,60, tapi juga sempat turun sampai 6.955,57. Dari semua saham, 459 turun dan bikin IHSG tertekan, sementara 134 naik dan 127 tidak bergerak.
Transaksi hari ini terjadi 269.393 kali dengan total 3,1 miliar saham yang diperdagangkan, dan nilai transaksinya sekitar Rp 2,2 triliun. Kurs dolar AS ada di kisaran Rp 16.974.
Semua sektor saham lagi terkena tekanan. Sektor energi turun 0,73%, sektor basic turun 1,72%, sektor industri turun 1,69%, dan sektor consumer non-siklikal turun 1,41%.
Kemudian, sektor saham pada perdagangan hari ini hampir semuanya mengalami tekanan. Saham siklikal turun 1,54%, sektor kesehatan turun tipis 0,23%, sementara sektor keuangan mencatat koreksi terbesar sebesar 1,86%. Sektor properti melemah 1,46%, teknologi turun 0,64%, infrastruktur menyusut 1,66%, dan transportasi turun 1,57%.
Di awal pekan, saham CDIA melemah 3,66% ke level Rp 790 per saham. Saat pembukaan, harganya sudah turun 20 poin menjadi Rp 800 per saham, dengan titik tertinggi Rp 800 dan terendah Rp 775. Saham ini tercatat diperdagangkan sebanyak 1.872 kali dengan volume 90.275 lembar, menghasilkan nilai transaksi harian sekitar Rp 7,1 miliar.
Gerak Saham
Saham CUAN turun 2,61% ke Rp 1.120 per saham. Dibuka di Rp 1.100, sempat menyentuh Rp 1.130 dan terendah Rp 1.090. Total frekuensi perdagangan 2.084 kali dengan volume 408.853 saham, senilai Rp 45,2 miliar.
Saham ARCI turun lebih dalam, 3,19%, ke Rp 1.365 per saham. Dibuka di Rp 1.360 dari penutupan sebelumnya Rp 1.410, dengan harga tertinggi Rp 1.380 dan terendah Rp 1.320. Frekuensi perdagangan cukup tinggi, 4.400 kali, tapi volume hanya 222.451 saham, senilai Rp 30 miliar.
Sementara itu, saham AADI justru naik 2,33% ke Rp 10.975. Dibuka di Rp 10.900, sempat menyentuh Rp 11.000 dan terendah Rp 10.850. Volume perdagangannya kecil, 42.261 saham, tapi nilai transaksinya besar, Rp 46,3 miliar.
Top Gainers-Losers
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain :
- Saham RGAS melonjak 25,88%
- Saham SOHO melonjak 22,17%
- Saham OILS melonjak 15,70%
- Saham AGII melonjak 14,19%
- Saham GSMF melonjak 12,22%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain :
- Saham TBMS merosot 10,61%
- Saham LUCY merosot 9,88%
- Saham IDEA merosot 9,8%
- Saham CSAP merosot 9,33%
- Saham UDNG merosot 8,64%
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain :
- Saham BBCA senilai Rp 645,7 miliar
- Saham BBRI senilai Rp 283,6 miliar
- Saham ENRG senilai Rp 114 miliar
- Saham BUMI senilai Rp 113,9 miliar
- Saham BMRI senilai Rp 113,5 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain :
- Saham BBCA senilai Rp 647,5 miliar
- Saham BBRI senilai Rp 284,5 miliar
- Saham ENRG senilai Rp 115,1 miliar
- Saham BUMI senilai Rp 114,6 miliar
- Saham OILS senilai Rp 25,3 miliar
Prediksi IHSG Dan Saham Pilihan
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih belum terlalu kuat pada perdagangan Senin (30/3/2026).
Sejumlah analis melihat peluang pelemahan masih terbuka, terutama setelah tekanan jual yang cukup besar pada akhir pekan lalu.
Mengacu pada data dari BNI Sekuritas, IHSG ditutup turun sekitar 0,94% pada Jumat (27/3), disertai aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp 1,89 triliun.
Beberapa saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BBNI, BMRI, dan TLKM menjadi yang paling banyak dilepas.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyebut “IHSG berpotensi kembali melemah hari ini”.
Ia memperkirakan indeks akan bergerak di kisaran support 6.900–7.000, sementara level resistance berada di area 7.130–7.160.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Kiwoom Sekuritas Indonesia. Mereka menyarankan pelaku pasar untuk tidak terburu-buru mengambil posisi dan cenderung menunggu perkembangan situasi global.
Beberapa faktor yang jadi perhatian antara lain ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, rilis data tenaga kerja AS (non-farm payroll), serta angka inflasi Indonesia bulan Maret. Dalam skenario yang kurang kondusif, IHSG bahkan berpotensi kembali menguji area support di kisaran 7.050 hingga 7.000, atau turun lebih dalam ke sekitar 6.920.
Di tengah kondisi tersebut, BNI Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang bisa dicermati untuk perdagangan hari ini. Saham-saham tersebut meliputi HRTA, BUMI, INET, MEDC, MBMA, dan EMAS.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Trading Idea hari ini: HRTA, BUMI, INET, MEDC, MBMA, dan EMAS
- HRTA Spec Buy dengan area beli di 2350-2390, cutloss di bawah 2330. Target dekat di 2430-2450.
- BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 206-210, cutloss di bawah 204. Target dekat di 218-224.
- INET Buy if Break 266, dengan target dekat di 274-280. Cutloss di bawah 258.
- MEDC Buy on Weakness dengan area beli di 1820-1840, cutloss di bawah 1810. Target dekat di 1860-1910.
- MBMA Spec Buy dengan area beli di 665, cutloss di bawah 660. Target dekat di 690-730.
- EMAS Spec Buy dengan area beli di 8300-8500, cutloss di bawah 8300. Target dekat di 8675-8975.
Kesimpulan
Harga pasar lagi kurang sehat, jadi lebih berhati-hati untuk membeli, semua keputusan ada di anda, jadi pelajari dan analisis lebih dalam lagi untuk membeli saham, terimakasih.
Sumber Referensi
- .https://www.liputan6.com/saham/read/6306256/ihsg-hari-ini-30-maret-2026-anjlok-seluruh-sektor-saham-memerah.










