Antusiasme pelajar dan mahasiswa terhadap perkembangan teknologi digital terlihat dalam pelaksanaan Medan Coding Competition 2026 yang diikuti sebanyak 632 peserta dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Medan, Sabtu (9/5/2026).
Kompetisi yang digelar oleh BRIDA Kota Medan bekerja sama dengan IWAPI Kota Medan dan UMSU tersebut mempertandingkan berbagai kategori seperti unplugged coding, scratch, robotik, e-sport, Internet of Things (IoT), hingga pengembangan aplikasi mobile.
Ketua Panitia Medan Coding Competition 2026 sekaligus Plt Ketua IWAPI Kota Medan, Yoshida Sary, mengatakan kegiatan tersebut lahir dari keprihatinan terhadap masih terbatasnya akses pembelajaran coding di kalangan anak-anak dan pelajar.
“Kegiatan ini lahir dari kegelisahan kami melihat masih banyak anak-anak yang belum memiliki akses dan kemampuan dasar coding, padahal dunia digital berkembang sangat cepat. Karena itu kami ingin menghadirkan ruang belajar dan kompetisi yang dapat menjadi wadah pengembangan kemampuan teknologi sejak dini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif di Kota Medan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pengembangan talenta digital harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah, kampus, dunia usaha, dan organisasi masyarakat harus hadir untuk memastikan generasi muda memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” katanya.
Menurut Yoshida, tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap teknologi digital terus meningkat.
“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Ada 632 peserta dari berbagai jenjang pendidikan mulai SD hingga mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa anak-anak muda di Kota Medan memiliki semangat besar untuk belajar coding, robotik, hingga pengembangan teknologi digital lainnya,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kompetisi tahunan semata, tetapi mampu melahirkan generasi muda kreatif yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi digital di Kota Medan.
“Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi inovatif yang nantinya tidak hanya berkembang di dunia pendidikan, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan memperkuat ekonomi kreatif berbasis digital di Kota Medan,” pungkasnya.


Komentar