Perkembangan ilmu falak di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para ulama dan akademisi yang mendedikasikan hidupnya untuk mengembangkan ilmu keislaman. Salah satu tokoh penting yang memberikan pengaruh besar dalam bidang tersebut adalah TM. Ali Muda. Beliau dikenal sebagai ulama, akademisi, dan ahli falak yang memiliki kedalaman ilmu dalam berbagai disiplin keislaman seperti fikih, usul fikih, mantik, tauhid, dan tasawuf.
Ali Muda bukan hanya dikenal di kalangan akademik, tetapi juga di tengah masyarakat luas sebagai tokoh yang aktif mengajar dan membimbing generasi muda. Melalui karya, pemikiran, dan pengabdiannya, beliau berhasil membangun tradisi keilmuan yang kuat, khususnya di Sumatera Utara dan Aceh.
Latar Belakang Kehidupan dan Pendidikan
Ali Muda memiliki nama lengkap Muhammad Ali bin Teungku Muda. Beliau lahir di Aceh Utara pada 31 Desember 1942. Pendidikan awalnya diperoleh dari lingkungan keluarga yang memiliki tradisi keagamaan yang kuat. Sejak kecil, beliau telah dibimbing dalam ilmu-ilmu dasar agama oleh kedua orang tuanya.
Perjalanan pendidikannya kemudian berlanjut ke berbagai dayah di Aceh. Beliau belajar di Dayah Cot Trueng Bungkah, kemudian melanjutkan ke Dayah Darussalam Labuhan Haji, dan akhirnya memperdalam ilmunya di Dayah Kruet Lintang Aceh Timur. Di tempat inilah beliau mulai menunjukkan kapasitas keilmuan yang tinggi hingga dipercaya menjadi guru senior.
Ketertarikannya terhadap ilmu falak tumbuh karena dorongan para gurunya. Selain belajar secara langsung kepada ulama, beliau juga mendalami ilmu secara mandiri melalui berbagai literatur dalam bahasa Arab, Indonesia, dan Inggris.
Peran Akademik dan Pengabdian Sosial
Sejak tahun 1972, TM. Ali Muda menetap di Medan dan mulai aktif sebagai dosen di IAIN Sumatera Utara, yang kini menjadi UIN Sumatera Utara. Dalam karier akademiknya, beliau pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan Fakultas Syariah selama dua periode.
Selain di kampus, beliau juga aktif mengisi pengajian di masyarakat. Kajian yang beliau sampaikan meliputi fikih, tauhid, logika Islam, hingga tasawuf. Hingga akhir hayatnya, rumah beliau menjadi pusat halaqah keilmuan yang dihadiri banyak murid dan masyarakat.
Kesimpulan
Ali Muda merupakan tokoh ulama dan akademisi yang memiliki dedikasi besar dalam dunia keislaman. Melalui pendidikan, pengajaran, dan pengabdiannya, beliau berhasil melahirkan banyak murid dan memperkuat tradisi intelektual Islam di Sumatera Utara. Warisan keilmuan beliau terus memberikan manfaat hingga sekarang.


Komentar