Puasa Syawal termasuk ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Amalan ini dilakukan enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri.
Menurut buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ust Abdul Faqih Ahmad Abdul Wahid, puasa Syawal memiliki berbagai keutamaan. Salah satunya adalah memperoleh pahala seperti berpuasa setahun penuh.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka seolah ia telah berpuasa setahun penuh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bacaan Niat Puasa Syawal
Puasa Syawal bisa dilakukan secara berturut-turut maupun tidak berurutan. Oleh karena itu, niat puasa harus disesuaikan dengan cara pelaksanaannya.
Niat Puasa Syawal Berturut-turut
Untuk puasa enam hari berturut-turut, niatnya sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Syawal Tidak Berurutan
Bagi yang ingin berpuasa tidak berturut-turut, niatnya sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwal lillaahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Niat Puasa Syawal Dibaca Saat Pagi Hari
Niat puasa Syawal juga dapat dilafalkan langsung pada hari itu sebelum makan dan minum hingga waktu siang. Bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لللهِ تعالى
Arab Latin: Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adaa’i sunnatis Syawwaal lillaahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”
Panduan Pelaksanaan Puasa Syawal
Para ulama memiliki sedikit perbedaan pendapat mengenai tata cara puasa Syawal.
Imam al-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarh al-Muhadzab menjelaskan:
“Pengikut madzhab al-Syafi’i memandang sunnah hukumnya berpuasa enam hari di bulan Syawal karena hadits di atas. Disunnahkan melaksanakannya berturut-turut di awal bulan. Jika dilakukan tidak berurutan atau di akhir bulan, tetap diperbolehkan karena inti sunnah tetap tercapai.”
Selain itu, menurut Imam Abu Al-Husain Yahya bin Abil Khair bin Salim Al-Umrani Al-Yamani, berpuasa berturut-turut lebih utama, tetapi jika dilakukan secara terpisah tetap sah.
Dengan demikian, puasa Syawal sebaiknya dilakukan enam hari secara berurutan, meski boleh juga tidak berurutan selama masih dalam bulan Syawal.
Doa Buka Puasa Syawal
Terdapat dua bacaan doa yang biasa dilafalkan saat berbuka puasa Syawal:
Doa Buka Puasa Syawal 1
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Arab-latin: Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.
Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.”
Doa Buka Puasa Syawal 2
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Arab Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaAllah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insyaAllah.”
Kesimpulan
Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca untuk memahami puasa Syawal, mulai dari niat, tata cara pelaksanaan, hingga keutamaannya.
Sumber Referensi
- https://www.detik.com/sulsel/berita/d-8412516/niat-tata-cara-puasa-syawal-lengkap-dengan-keutamaannya-yuk-amalkan










