Pemerintah telah menetapkan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Pada hari tersebut, umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri sebagai salah satu ibadah utama setelah menunaikan puasa Ramadan.
Salat Id merupakan ibadah sunah yang memiliki tata cara tersendiri, khususnya dalam jumlah takbir di setiap rakaat yang berbeda dengan salat pada umumnya.
Tata Cara Shalat Idul Fitri
Dilansir dari Kompas.com dan berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) @muipusat pada Kamis (19/3/2026), pelaksanaan shalat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir di awal setiap rakaat.
Diawali dengan niat
Shalat Id dimulai dengan menghadirkan niat di dalam hati. Lafal niat yang umum dibaca adalah:
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُومًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: “Ushalli sunnatan li ‘idil fitri rak‘ataini mustaqbilal qiblati adaan ma’muman lillahi ta‘ala.”
Setelah niat, dilanjutkan dengan takbiratul ihram dan dianjurkan membaca doa iftitah.
Tambahan takbir di rakaat pertama
Pada rakaat pertama terdapat tujuh kali takbir tambahan selain takbiratul ihram. Di sela-sela takbir tersebut, dianjurkan membaca tasbih:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: “Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar.”
Setelah itu, jamaah membaca Surat Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan surat dari Al-Qur’an, dengan Surat Al-A’la yang dianjurkan pada rakaat ini.
Rakaat kedua dengan lima takbir
Pada rakaat kedua terdapat lima kali takbir tambahan. Di antara takbir tersebut, tetap dianjurkan membaca tasbih yang sama.
Kemudian dilanjutkan dengan membaca Al-Fatihah dan surat dari Al-Qur’an, dengan Surat Al-Ghasyiyah sebagai bacaan yang dianjurkan.
Rangkaian akhir shalat
Setelah bacaan pada rakaat kedua, shalat dilanjutkan seperti biasa hingga salam, dimulai dari rukuk, iktidal, sujud, hingga tasyahud akhir. Secara umum, perbedaan utama shalat Id terletak pada jumlah takbir di awal setiap rakaat.
Khotbah setelah shalat
Setelah pelaksanaan shalat Idul Fitri, biasanya dilanjutkan dengan khotbah. Berbeda dengan shalat Jumat, khotbah Id dilaksanakan setelah shalat. Jamaah dianjurkan untuk tetap menyimak khotbah karena berisi pesan keagamaan dan nasihat terkait makna Idul Fitri.
Shalat Idul Fitri merupakan bagian penting dari perayaan hari kemenangan umat Islam. Dengan memahami tata caranya, ibadah ini dapat dilaksanakan dengan lebih tertib dan khusyuk.
Kesimpulan
Shalat Idul Fitri 2026 dilaksanakan dua rakaat dengan tata cara khusus, meliputi niat, bacaan, serta tambahan takbir di setiap rakaat yang perlu dipahami agar ibadah berjalan dengan baik dan khusyuk.
Sumber Referensi
https://www.kompas.com/banten/read/2026/03/20/210000888/tata-cara-shalat-idul-fitri-2026–niat-bacaan-dan-jumlah-takbir?page=2










