Info Tips dan Panduan
Beranda / Tips dan Panduan / Panduan Sholat Idul Adha: Niat dan Tata Cara Sholat Idul Adha

Panduan Sholat Idul Adha: Niat dan Tata Cara Sholat Idul Adha

Panduan Sholat Idul Adha: Niat dan Tata Cara Sholat Idul Adha
Panduan Sholat Idul Adha: Niat dan Tata Cara Sholat Idul Adha

Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen besar dalam Islam yang dipenuhi berbagai ibadah dan amalan sunnah. Selain memperbanyak takbir dan melaksanakan penyembelihan hewan qurban, umat Islam juga dianjurkan menunaikan shalat Idul Adha sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

Dasar disyariatkannya shalat Idul Adha terdapat dalam firman Allah Ta’ala:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah!” (QS. Al-Kautsar: 2)

Mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat tersebut berkaitan dengan pelaksanaan shalat Idul Adha dan ibadah qurban. Karena itu, shalat Idul Adha memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam syariat Islam.



Keutamaan Shalat Idul Adha

Syekh Abu Bakr Syatha ad-Dimyathi menjelaskan bahwa shalat Idul Adha lebih utama dibandingkan shalat Idul Fitri karena disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an.

وَصَلَاةُ عِيدِ الْأَضْحَى أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفِطْرِ؛ لِثُبُوتِهَا بِنَصِّ الْقُرْآنِ وَهُوَ قَوْلُهُ تَعَالَى: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ، أَيْ: صَلِّ صَلَاةَ الْأَضْحَى وَانْحَرِ الْأُضْحِيَةَ

“Shalat Idul Adha lebih utama daripada shalat Idul Fitri, karena penetapannya disebutkan secara jelas dalam Alquran, yaitu firman Allah Ta’ala: Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah. Maksudnya, kerjakanlah shalat Idul Adha dan sembelihlah hewan qurban.”




Waktu Pelaksanaan Shalat Idul Adha

Shalat Idul Adha dilaksanakan mulai matahari terbit setinggi satu atau dua tombak, sekitar 15–30 menit setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Dzuhur.

Shalat ini terdiri dari dua rakaat dan sangat dianjurkan dilakukan secara berjamaah. Namun, jika terlambat berjamaah seseorang tetap diperbolehkan melaksanakannya sendiri.

Niat Shalat Idul Adha

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Jika shalat dilakukan sendiri, lafaz “imaman” atau “ma’muman” tidak perlu dibaca.



Tata Cara Shalat Idul Adha

Secara umum, tata cara shalat Idul Adha hampir sama seperti shalat sunnah lainnya. Namun terdapat tambahan takbir pada setiap rakaat.

Adapun perinciannya adalah sebagai berikut: 



Niat Shalat Idul Adha

Sebelum memulai shalat, seseorang disunnahkan melafazkan niat untuk membantu menghadirkan niat di dalam hati.

Lafaz niat shalat Idul Adha yang dibaca sebagaimana yang telah disebutkan di atas, yakni berikut ini:

 أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah Ta’ala.”

Apabila shalat dilakukan sendirian, maka tidak perlu menambahkan lafaz “imaman” atau “ma’muman”.




Takbir Tambahan pada Rakaat Pertama

Setelah doa iftitah, disunnahkan membaca tujuh kali takbir tambahan.

Di sela-sela takbir dianjurkan membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: “Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Atau membaca:

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.”




Membaca Al-Fatihah dan Surat pada Rakaat Pertama

Setelah takbir tambahan, dilanjutkan membaca ta’awudz, surat Al-Fatihah, kemudian surat Al-A’la atau surat Qaf.

وَيُسَنُّ أَنْ يَقْرَأَ بَعْدَ الْفَاتِحَةِ فِي الْأُولَى: ق أَوْ سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

“Disunnahkan membaca setelah surat Al-Fatihah pada rakaat pertama surat Qaf atau surat Al-A’la.”

Setelah itu dilanjutkan rukuk, sujud, dan gerakan lainnya seperti shalat biasa.



Takbir Tambahan pada Rakaat Kedua

Pada rakaat kedua disunnahkan membaca lima kali takbir tambahan sebelum membaca Al-Fatihah.

Di sela-sela takbir dianjurkan membaca dzikir sebagaimana rakaat pertama.

Membaca Surat Al-Qamar atau Al-Ghasyiyah

Pada rakaat kedua dianjurkan membaca surat Al-Qamar atau Al-Ghasyiyah setelah Al-Fatihah.

وَفِي الثَّانِيَةِ: اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ أَوْ هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ بِكَمَالِهَا جَهْرًا

“Dan pada rakaat kedua (disunnahkan membaca) surat Al-Qamar atau surat Al-Ghasyiyah secara lengkap dengan bacaan jahr atau dikeraskan.”

Setelah itu shalat dilanjutkan seperti biasa hingga salam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan