Info
Beranda / Info / Pasar Saham Melemah, IHSG Turun 0,99 Persen di Akhir Pekan

Pasar Saham Melemah, IHSG Turun 0,99 Persen di Akhir Pekan

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kinerja pasar modal sepanjang periode perdagangan 30 Maret-2 April 2026 menunjukkan arah yang beragam. Sejumlah indikator mengalami kenaikan, sementara sebagian lainnya tertekan. Meski demikian, BEI menegaskan bahwa berbagai reformasi pasar tetap berjalan untuk memperkuat likuiditas dan menarik lebih banyak investor.



Frekuensi Transaksi Harian Menguat

Melansir dari laman kabarbursa.com, Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa frekuensi transaksi harian justru mengalami peningkatan meski pasar bergerak tidak seragam.

Ia menjelaskan adanya kenaikan 3,08 persen, “Menjadi 1,78 juta kali transaksi dari 1,73 juta kali transaksi pada pekan lalu,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Kenaikan ini mencerminkan minat transaksi investor yang masih stabil di tengah fluktuasi pasar.



IHSG Melemah Hampir 1 Persen

Berbeda dengan frekuensi transaksi, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mencatat penurunan.

“Sehingga ditutup pada level 7.026,782, dari posisi 7.097,057 pada pekan lalu,” kata Kautsar, menegaskan adanya koreksi sebesar 0,99 persen selama sepekan.

Selain itu, kapitalisasi pasar juga ikut menyusut 1,69 persen menjadi Rp12.305 triliun, turun dari Rp12.516 triliun pada pekan sebelumnya.

Kautsar menambahkan bahwa dua indikator utama lainnya turut melemah.

Ia memaparkan, rata-rata volume transaksi mingguan merosot 8,62 persen, “Yaitu sebesar 25,87 miliar lembar saham dari 28,31 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.”

Penurunan lebih tajam terjadi pada nilai transaksi harian, turun 36,69 persen menjadi Rp14,77 triliun, dari sebelumnya Rp23,33 triliun. Sementara itu, investor asing pada penutupan Kamis (2/4/2026) mencatatkan net sell Rp813,51 miliar, dan sepanjang tahun 2026 total nilai jual bersih asing mencapai Rp33,83 triliun.



BEI Resmi Naikkan Aturan Free Float Jadi 15 Persen

Sebagai bagian dari reformasi besar pasar modal, BEI juga telah menggandakan ketentuan minimum free float dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 15 persen. Kebijakan baru ini mulai berlaku sejak 31 Maret 2026. Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah penting untuk memperbaiki struktur pasar.

“Peningkatan ketentuan minimum free float dari sebelumnya 7,5 persen menjadi 15 persen,” jelasnya di Main Hall BEI saat memaparkan agenda reformasi.

Ia menekankan bahwa free float merupakan indikator vital bagi likuiditas saham dan menentukan ketertarikan investor.



Mengacu ke Standar Global dan Penyesuaian IPO

Jeffrey menyebutkan bahwa kebijakan ini juga sejalan dengan praktik pasar modal di berbagai negara.

“Peningkatan ketentuan free float juga merupakan bagian dari upaya kami bersama untuk peningkatan dengan best practice secara global,” ungkapnya.

Selain kenaikan batas minimum, BEI juga mengubah ketentuan free float untuk perusahaan yang akan IPO menjadi sistem bertingkat: 15 persen, 20 persen, hingga 25 persen, tergantung besaran kapitalisasi pasar.

Tak hanya itu, reformasi pasar juga meliputi:

  • Penguatan definisi dan kriteria free float
  • Peningkatan kewajiban sertifikasi penyusun laporan keuangan
  • Peningkatan kapasitas direksi dan komisaris melalui pelatihan berkelanjutan

Jeffrey menegaskan, “Kebijakan ini tidak hanya kita fokuskan pada aspek likuiditas tetapi juga untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan kualitas transparansi dari perusahaan tercatat di Indonesia.”



Kesimpulan

Meskipun IHSG, volume, dan nilai transaksi mengalami tekanan sepanjang pekan tersebut, BEI tetap menegaskan komitmennya untuk memperkuat pasar melalui reformasi menyeluruh. Peningkatan standar free float menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan likuiditas, memperbaiki tata kelola, dan memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.

Sumber referensi

https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/mayoritas-perdagangan-bei-melemah-ihsg-tergelincir-099-persen

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan