Jumat, 10 Juli 2026
Informasi Aktual
No Result
View All Result
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Info
    • Pendidikan
    • Ekonomi
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Kesehatan
  • BPJS
    • BPJS Kesehatan
    • BPJS Ketenagakerjaan
  • CPNS
    • PPPK
  • Info
    • Pendidikan
    • Ekonomi
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi
  • Kesehatan
No Result
View All Result
Medan aktual
No Result
View All Result

Pertamina Ungkap Alasan Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Ternyata Masih di Bawah Harga Pasar

Ahmad Rian by Ahmad Rian
11 Juni 2026
in Berita, Ekonomi, Info
0
Pertamina Ungkap Alasan Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Ternyata Masih di Bawah Harga Pasar

Pertamina Ungkap Alasan Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Ternyata Masih di Bawah Harga Pasar

Harga Pertamax resmi mengalami penyesuaian mulai 10 Juni 2026. PT Pertamina Patra Niaga menetapkan harga baru Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter setelah sebelumnya dijual Rp12.300 per liter.

Perubahan harga tersebut dilakukan di tengah meningkatnya biaya pengadaan bahan bakar yang dipengaruhi lonjakan harga minyak mentah dunia. Menurut Pertamina, langkah ini diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi sekaligus memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam beberapa bulan terakhir, Pertamina diketahui masih mempertahankan harga Pertamax meskipun harga produk sejenis di pasar internasional terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat selisih antara harga jual dan biaya pengadaan semakin besar.

VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, menjelaskan bahwa gejolak geopolitik global menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga bahan bakar di pasar internasional.

“Pertamax RON 92 kebetulan di market itu karena kondisi geopolitik kemarin itu naik, RON 92 itu kalau di market itu udah harganya Rp20.000-an, Rp21.000. Dan kita masih tahan, masih berupaya menahan di Rp12.300,” jelasnya dalam acara Sarasehan Energi DEN di Kampus IPB Bogor.




Harga Baru Pertamax Disebut Belum Mencapai Nilai Keekonomian

Meskipun telah mengalami kenaikan, Pertamina menilai harga Pertamax yang berlaku saat ini masih lebih rendah dibandingkan harga yang terbentuk di pasar global.

Perusahaan memperkirakan nilai keekonomian Pertamax berada pada kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter. Dengan demikian, harga Rp16.250 per liter masih berada di bawah perhitungan harga pasar yang sebenarnya.

Penyesuaian ini juga menjadi perubahan pertama untuk Pertamax setelah harga minyak dunia melonjak dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, beberapa jenis BBM non-subsidi lainnya sudah lebih dulu mengalami penyesuaian harga.

Menurut Pertamina, produk BBM non-subsidi tidak memperoleh dukungan subsidi pemerintah sehingga mekanisme penetapan harga sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga energi internasional.

“Logikanya, kami Pertamina membeli barang di market impor harganya tinggi, terus kami jual di domestik harganya di bawah. Uang yang kami dapat kami gunakan untuk membeli di market nggak dapat lagi volume yang sama. Volumenya akan turun. Akibatnya adalah ketersediaan stok itu akan turun,” imbuhnya.




Pertamina Khawatirkan Gangguan Pasokan Jika Harga Terus Ditahan

Pertamina menilai kebijakan mempertahankan harga jauh di bawah biaya pengadaan tidak bisa dilakukan dalam jangka panjang. Pasalnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kemampuan perusahaan dalam menjaga ketersediaan BBM nasional.

Jika pasokan tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat, risiko kelangkaan atau gangguan distribusi dapat meningkat, terutama saat terjadi lonjakan konsumsi.

Atas dasar itu, perusahaan bersama regulator memutuskan melakukan penyesuaian harga secara terukur agar pasokan energi tetap aman dan berkelanjutan.

“Kami tidak ingin kondisinya adalah terus-terusan seperti ini, sehingga ketersediaan barang produk energi itu akan turun di masyarakat. Once ada peak demand, maka itu akan menjadi masalah,” tambahnya.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa keputusan tersebut telah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi nasional saat ini.

Ia juga memastikan bahwa BBM bersubsidi tetap dijual dengan harga yang berlaku sebelumnya dan tidak mengalami perubahan.

“Lebih kepada proses bisnis hulu ke hilir penyediaan energi yang sesuai kordinasi dengan regulator perlu dinamis dan beradaptasi atas kondisi terkini menanggapi fenomena saat ini,” ujarnya.




Daftar Harga BBM Non-Subsidi Pertamina per 11 Juni 2026

Pertamax Series

  • Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter
  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp17.000 per liter
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp20.750 per liter

Dex Series

  • Dexlite (CN 51): Rp23.000 per liter
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp24.800 per liter




Tags: BBM non subsididaftar harga BBM Juni 2026harga bbm hari iniHarga BBM Pertaminaharga bbm terbaru 2026harga Pertamax terbarukenaikan PertamaxPertamax Green 95Pertamax naik Juni 2026Pertamax RON 92Pertamax Rp16250pertamina patra niagastok BBM nasionalupdate harga bbm
Next Post
Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini 11 Juni 2026 Tujuan dari Palur ke Yogyakarta

Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini 11 Juni 2026 Tujuan dari Palur ke Yogyakarta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi terkini di Indonesia, Saldo Dana, Gopay, E Wallet, Informasi bantuan sosial, bantuan pendidikan, beasiswa dan desil serta informasi update lainnya

  • BPJS
  • CPNS
  • Info
  • Tips dan Panduan
  • Redaksi

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.