Apa itu Laylatul Qadr?
Salah satu dimensi penting dari bulan Ramadhan adalah apa yang disebut dengan “laylatul qadr”. Apa itu laylatul qadr? Di kalangan umat Islam setidaknya terdapat tiga pandanngan mengenai laylatul qadr ini. Pertama, laylatul qadr diartikan sebagai penetapan dan pengaturan akan ketetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Kedua, laylatul qadr diartikan sebagai kemuliaan.
Malam kadar merupakan titik tolak untuk memeroleh segala kemuliaan, dan yang paling mengesankan adalah isyarat Allah bahwa bagi siapa saja yang ingin memeroleh kemuliaan dari Allah hendaknya ia mentradisikan membaca al-Qur’an, membaca dalam makna yang luas.
Inilah yang dikehendaki Allah dalam penggalan ayat, “bacalah dan Tuhan mu yang Maha Mulia”. Disini Allah seakan berkata, membacalah secara serius dan seluas-luasnya, sebab dengan demikian Allah akan membagi kemuliaan-Nya. Ketiga, laylatul qadr diartikan sebagai “sempit” karena banyaknya malaikat yang turun ke Bumi mengiringi turunnya al-Qur’an (QS. Al-Qadr [97]: 4).
Filosofi Laylatul Qadr
Secara filosofis, tiga pandangan tentang laylatul qadr ini adalah benar dan logis, sebab malam itu merupakan batas strategi perjuangan Rasulullah Saw dalam mengubah arah sejarah manusia. Di malam itu pula Nabi Saw ditetapkan menjadi Rasul, dan pada malam itu pula para Malaikat turun memenuhi Bumi untuk membawa ketenangan dan kedamaian bagi manusia.
Oleh karena itu, kita hari ini penting untuk merekonstruksi pemahaman terhadap laylatul qadr itu. Puasa Ramadhan yang di dalamnya manusia memohon ampunan Allah perlu diletakkan sebagai penetapan atau pengaturan strategi baru untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermartabat di masa depan.
Kesimpulan
Laylatul qadr mengajarkan kepada kita untuk Ikhlas dan focus dalam beribadah, sebab kapan datangnya malam kadar itu tidak diketahui secara persis, namun yang jelas laylatul qadr itu ada dan berada di bulan agung Ramadan. Dalam hal ini beberapa pandangan (pendapat) ulama tentang laylatul qadr. Ada yang menyatakan laylatul qadr dating di malam pertama bulan Ramadan. Berikutnya ada yang mengatakan ia dating pada malam ke-17 dari bulan Ramadhan. Namun pendapat yang paling popular dan kuat adalah menyatakan bahwa laylatul qadr itu dating pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Namun terlepas dari perbedaan dan perdebatan tentang kapan datangnya laylatul qadr itu, yang pasti adalah bahwa ia ada dan dating khusus di bulan Ramadhan, tidak di bulan yang lain.










