Medan dikenal sebagai kota terbesar keempat di Indonesia sekaligus menjadi pusat terbesar di luar Pulau Jawa.
Keberagaman etnis yang hidup berdampingan di kota ini membuat Medan kaya akan warisan budaya. Hal tersebut terlihat dari banyaknya destinasi wisata budaya yang bisa ditemukan di berbagai sudut kota.
Mengunjungi wisata budaya di Medan memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk memahami lebih dalam sejarah, tradisi, serta kehidupan masyarakat setempat.
Destinasi Wisata Budaya Di Medan Yang Menjadi Pilihan Menarik
Dilansir dari travel.kompas.com, berikut ada beberapa wisata budaya di medan yang menjadi pilihan menarik bagi wisatawan:
Istana Maimun: Simbol Kejayaan Kesultanan Deli
Istana Maimun menjadi salah satu ikon utama Kota Medan yang sangat terkenal. Bangunan bersejarah ini merupakan peninggalan Kesultanan Deli pada masa Sultan Al Rasyid Perkasa Alamsyah, sebagaimana tercatat dalam berbagai sumber Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara.
Dibangun pada akhir abad ke-19, istana ini dirancang oleh arsitek Theodoor van Erp yang berasal dari masa kolonial Hindia Belanda. Keunikan arsitekturnya terletak pada perpaduan gaya Melayu, Islam, Eropa, dan Persia yang berpadu harmonis dalam satu bangunan megah.
Istana ini berada di kawasan Medan Maimun, tidak jauh dari pusat kota, sehingga mudah dijangkau wisatawan. Nama “Maimun” sendiri diambil dari permaisuri Sultan, Siti Maimunah, sebagai bentuk penghormatan dan simbol cinta.
Graha Maria Annai Velangkanni: Ikon Religi Dengan Arsitektur Unik
Graha Maria Annai Velangkanni merupakan tempat ibadah sekaligus destinasi wisata religi yang menarik di Medan. Bangunan ini memiliki bentuk yang tidak biasa karena menyerupai kuil dengan sentuhan arsitektur khas India.
Nama “Annai Velangkanni” merujuk pada sebutan Bunda Maria dalam tradisi India, sedangkan kata “graha” berarti rumah atau tempat suci. Gereja ini dirancang sebagai ruang yang terbuka bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang agama maupun suku.
Arsitekturnya menampilkan gaya Indo-Mughal dengan detail bangunan bertingkat yang megah dan penuh ornamen khas. Lokasinya berada di kawasan Medan Tuntungan dan menjadi salah satu destinasi religi yang cukup populer di kota ini.
Tjong A Fie Mansion: Jejak Sejarah Saudagar Tionghoa
Tjong A Fie Mansion merupakan rumah bersejarah milik seorang saudagar dan tokoh filantropi keturunan Tionghoa bernama Tjong A Fie. Ia dikenal memiliki peran penting dalam perkembangan ekonomi Kota Medan pada masa lalu, terutama di kawasan perdagangan Kesawan.
Bangunan ini berdiri sejak akhir abad ke-19 dan kini difungsikan sebagai museum yang menyimpan banyak kisah sejarah. Rumah ini memiliki puluhan ruangan dengan desain yang memadukan unsur arsitektur Tionghoa, Melayu, dan Art Deco.
Dengan luas yang cukup besar, mansion ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang penting untuk memahami perkembangan Kota Medan di masa kolonial.
Rumah Adat Karo Garista: Warisan Budaya Suku Karo
Garista merupakan rumah adat tradisional milik masyarakat Suku Batak Karo yang kini berada di Kota Medan. Bangunan ini dipindahkan dari daerah asalnya di Kabupaten Karo untuk dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya.
Keunikan rumah ini terletak pada konstruksinya yang tidak menggunakan paku, melainkan sistem sambungan kayu tradisional yang sudah digunakan sejak ratusan tahun lalu. Material bangunannya masih mempertahankan keaslian kayu lama yang bernilai sejarah tinggi.
Dengan berkunjung ke tempat ini, wisatawan dapat mengenal lebih dekat kehidupan dan kebudayaan masyarakat Karo secara langsung.
Kesawan Square: Kawasan Bersejarah Pusat Perdagangan Lama
Kesawan Square merupakan salah satu kawasan bersejarah di Medan yang terkenal dengan deretan bangunan bergaya kolonial. Terletak di Jalan Ahmad Yani, kawasan ini dulunya menjadi pusat perdagangan utama pada masa kolonial.
Pada masa lalu, wilayah Kesawan juga dikenal sebagai area permukiman etnis Tionghoa dan menjadi pusat aktivitas ekonomi di Sumatera bagian utara. Letaknya yang strategis membuat kawasan ini berkembang pesat sebagai jalur perdagangan penting.
Hingga kini, Kesawan tetap mempertahankan suasana klasiknya dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi.
Masjid Raya Al Mashun: Warisan Arsitektur Islam Klasik
Masjid Raya Al Mashun merupakan salah satu peninggalan penting dari Kesultanan Deli yang dibangun pada awal abad ke-20. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya di Medan.
Desain bangunannya menggabungkan unsur arsitektur Timur Tengah, India, dan Spanyol, menciptakan tampilan yang megah dan unik. Bentuk bangunannya yang simetris dengan beberapa sayap di setiap arah menambah nilai estetika tersendiri.
Lokasinya yang tidak jauh dari Istana Maimun membuat kedua destinasi ini sering dikunjungi dalam satu rangkaian perjalanan wisata sejarah di Medan.
Kesimpulan
Semoga informasi ini juga dapat menjadi referensi bagi pembaca yang ingin berkunjung dan mengenal lebih dekat budaya serta sejarah Kota Medan secara langsung.
Sumber Referensi
- https://travel.kompas.com/read/2023/02/21/124100027/6-wisata-budaya-medan-ada-istana-hingga-pecinan-?page=all

