Berita Ekonomi Info
Beranda / Info / Saham Pilihan Hari Ini (6 April 2026): MEDC, ITMG, PTBA, ARCI, Dan UNTR Layak Dicermati Investor

Saham Pilihan Hari Ini (6 April 2026): MEDC, ITMG, PTBA, ARCI, Dan UNTR Layak Dicermati Investor

Saham Pilihan Hari Ini (6 April 2026): MEDC, ITMG, PTBA, ARCI, Dan UNTR Layak Dicermati Investor
Saham Pilihan Hari Ini (6 April 2026): MEDC, ITMG, PTBA, ARCI, Dan UNTR Layak Dicermati Investor

Berdasarkan laporan BNI Sekuritas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 2,2% pada perdagangan Kamis, 2 April 2026. Penurunan ini juga diiringi oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp 864 miliar.

Kondisi tersebut mencerminkan tekanan yang cukup kuat di pasar saham domestik, terutama menjelang libur panjang yang membuat sebagian pelaku pasar memilih untuk mengurangi eksposur risiko.



Proyeksi Pergerakan IHSG Jangka Pendek

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG berpotensi tes support kuat di 7.000, dan jika break di bawah itu, dapat melanjutkan koreksi hingga 6.850-6.950 dalam jangka pendek.

“Tapi sebaliknya, jika kuat bertahan di 7.000, IHSG akan mengalami shortterm teknikal rebound,” kata Fanny.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.950-7.000 dan level resistance 7.070-7.150 pada perdagangan saham Senin pekan ini.



Sentimen Global Dan Potensi Volatilitas Tinggi

Dalam laporan riset PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, disebutkan bahwa respons MSCI terhadap saham-saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau kepemilikan terkonsentrasi tinggi berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan pasar hari ini, Senin, 6 April 2026.

“Dengan demikian, investor dan trader hari ini agar bersiap menghadapi volatilitas tinggi, dengan risiko IHSG kembali uji support psikologis 7.000 up to 6.920,” demikian seperti dikutip.

Dalam riset itu menyebutkan, jebol dari pertahanan tersebut akan menyebabkan IHSG meluncur lebih dalam kea rah 6.650.



Daftar Saham Rekomendasi Analis

Untuk perdagangan hari ini, Fanny merekomendasikan beberapa saham yang dinilai memiliki potensi menarik, yakni:

  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)
  • PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
  • PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
  • PT United Tractors Tbk (UNTR)

Saham-saham tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kondisi teknikal serta peluang pergerakan di tengah dinamika pasar saat ini.



Strategi Trading Jangka Pendek

Berikut sejumlah ide trading yang dapat diperhatikan investor:

  • MEDC: Spec Buy di kisaran 1575–1605, cutloss di bawah 1560, target 1640–1680
  • BRMS: Spec Buy di 735, cutloss di bawah 725, target 760–785
  • ITMG: Spec Buy di 27200–27325, cutloss di bawah 27200, target 27725–28075
  • PTBA: Spec Buy di 2870–2910, cutloss di bawah 2870, target 2950–2990
  • ARCI: Spec Buy di 1400–1410, cutloss di bawah 1375, target 1435–1455
  • UNTR: Spec Buy di 30650–30750, cutloss di bawah 30650, target 30900–31175




Tekanan Pasar Jelang Libur Panjang

Sebelumnya, IHSG mengalami penurunan cukup tajam pada perdagangan Kamis (2 April 2026) menjelang libur panjang Paskah. Pelemahan ini terjadi seiring tekanan di pasar saham Asia serta penurunan di hampir seluruh sektor.

Data RTI menunjukkan IHSG turun 2,19% ke posisi 7.026,78. Indeks LQ45 juga ikut melemah sebesar 1,68% ke level 714,58. Mayoritas indeks saham berada di zona merah.

Dalam sesi tersebut, IHSG sempat bergerak di level tertinggi 7.161,79 dan terendah 7.019,23. Sebanyak 530 saham terkoreksi, 177 saham menguat, dan 113 saham stagnan.

Aktivitas perdagangan tercatat mencapai 1,78 juta kali transaksi, dengan volume 25,6 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 12,8 triliun. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 16.978.



Faktor Global Picu Volatilitas

Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, pasar terlalu volatile akibat ketidakpastian Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai Iran. “Sehingga pasar mungkin lebih bijak risk off, atau tidak melakukan apa-apa pada saat seperti ini,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Dari total 11 sektor saham, hanya sektor consumer siklikal yang mencatat kenaikan sebesar 0,45%. Sementara itu, sektor basic materials mengalami penurunan paling dalam hingga 4,86%.

Sektor infrastruktur turun 3,96%, energi melemah 2,94%, industri terkoreksi 2,23%, teknologi turun 2,07%, dan transportasi melemah 2,08%. Selain itu, sektor keuangan turun 0,72%, kesehatan melemah 0,68%, consumer nonsiklikal turun 0,61%, serta properti terkoreksi 1,57%.



Kesimpulan

Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam memahami kondisi pasar dan menentukan strategi investasi yang tepat di tengah volatilitas yang masih tinggi.

Sumber Referensi

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan