Novel Around the World in Eighty Days karya Jules Verne adalah kisah petualangan yang juga memiliki keterkaitan dengan konsep sains, khususnya astronomi dan geografi. Cerita ini mengikuti perjalanan Phileas Fogg, seorang pria Inggris yang bertaruh mampu mengelilingi dunia dalam 80 hari. Selain menampilkan kemajuan teknologi transportasi abad ke-19, novel ini secara tidak langsung memperkenalkan konsep ilmiah tentang waktu, pergerakan Bumi, dan sistem global.
Isi Novel
Phileas Fogg bersama pelayannya, Passepartout, memulai perjalanan keliling dunia dengan rute yang telah direncanakan secara ketat. Mereka melewati berbagai wilayah seperti Eropa, India, Hong Kong, Jepang, hingga Amerika Serikat. Sepanjang perjalanan, mereka menghadapi berbagai hambatan seperti badai, keterlambatan transportasi, serta gangguan dari Detektif Fix yang mencurigai Fogg sebagai penjahat.
Di India, mereka menyelamatkan Aouda yang kemudian ikut serta dalam perjalanan. Fogg tetap berpegang pada jadwalnya dengan disiplin tinggi, bahkan rela mengeluarkan banyak biaya demi mengejar waktu. Ketegangan meningkat ketika mereka hampir kehabisan waktu untuk kembali ke London. Pada titik ini, tampak bahwa Fogg gagal memenangkan taruhan karena ia mengira telah melewati batas waktu yang ditentukan.
Sisi Sains-Astronomis
Salah satu aspek paling menarik dari novel ini adalah kaitannya dengan konsep Rotasi Bumi. Bumi berputar dari barat ke timur, sehingga perjalanan Fogg yang mengikuti arah tersebut membuatnya “menghemat” waktu. Hal ini berhubungan dengan sistem Zona Waktu, di mana setiap perbedaan bujur memengaruhi perhitungan waktu lokal.
Ketika seseorang mengelilingi Bumi ke arah timur, ia akan mengalami pengurangan satu hari dibandingkan dengan orang yang tetap berada di tempat. Fenomena ini berkaitan erat dengan Garis Tanggal Internasional, yang menjadi batas perubahan hari dalam sistem kalender global. Meskipun tidak dijelaskan secara eksplisit dalam novel, konsep ini menjadi kunci utama kemenangan Fogg.
Kesimpulan
Pada akhirnya, Fogg menyadari bahwa ia sebenarnya masih memiliki cukup waktu karena selisih satu hari yang tidak ia perhitungkan. Ia pun memenangkan taruhan tersebut. Novel ini tidak hanya menyajikan petualangan seru, tetapi juga memperkenalkan pembaca pada konsep ilmiah penting tentang waktu dan pergerakan Bumi. Dengan demikian, karya ini menjadi perpaduan menarik antara sastra, sains, dan wawasan global yang tetap relevan hingga sekarang.










