Info
Beranda / Info / Stabilitas Harga BBM Disebut Hanya Bisa Dipertahankan Indonesia Sekitar Satu Bulan

Stabilitas Harga BBM Disebut Hanya Bisa Dipertahankan Indonesia Sekitar Satu Bulan

Pemerintah diperkirakan hanya dapat mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga akhir April 2026, selama situasi geopolitik di Timur Tengah tidak mengalami perubahan besar. Kondisi global yang penuh ketidakpastian membuat kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menahan gejolak harga menjadi semakin terbatas.



Tekanan Global dan Alasan Pemerintah Menahan Harga BBM

Melansir dari laman dunia-energi.com, Managing Director Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, menjelaskan bahwa pemerintah memiliki pertimbangan politis dalam mempertahankan harga BBM di tengah kenaikan harga minyak dunia. Ia menilai Indonesia masih memiliki keunggulan dibanding negara lain karena pasokan energi lebih beragam, namun dampak terhadap APBN tetap tidak terhindarkan.

“Indonesia memiliki keunggulan karena suplai kita lebih beragam, namun imbas harga pasti sudah akan terasa untuk APBN. Jangan sampai kita melakukan penyesuaian yang terlalu drastis di kemudian hari,” kata Putra kepada Dunia Energi, Sabtu (4/4).

Putra menegaskan bahwa kemampuan anggaran negara untuk menahan harga hanya bersifat sementara.

“Mengingat ini sudah satu bulan saya rasa batasannya dalam 1 bulan ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Putra menyebutkan bahwa batas kemampuan pemerintah turut dipengaruhi oleh kebijakan politik anggaran. Negara-negara tetangga seperti Vietnam hingga China sudah mulai melakukan penyesuaian harga secara bertahap, sementara Indonesia justru masih menahan harga, bahkan untuk BBM non-subsidi.



“tapi mengingat negara2 lain sudah bertahap sementara kita bahkan masih menahan bbm non subsidi” ungkap Putra. .

Menurut Putra, kebijakan mempertahankan harga terlalu lama dapat membuat pemerintah terpaksa mengambil langkah penyesuaian lebih besar di kemudian hari jika kondisi global semakin memburuk.

Gejolak Politik Global Pengaruhi Pasokan Energi Dunia

Situasi pasokan minyak dunia semakin rumit akibat ketegangan di Timur Tengah. Konflik antara Amerika Serikat di bawah pemerintahan Donald Trump bersama Israel yang terus menyerang Iran, meskipun ditolak sejumlah sekutu, membuat harga minyak bergerak tidak stabil. Ketidakpastian ini berpotensi mengganggu suplai minyak dan gas bumi secara global, sehingga berimbas ke negara pengimpor energi seperti Indonesia.



Mitigasi Pemerintah: WFH dan Percepatan Program B50

Sebagai langkah mitigasi untuk meredam dampak gejolak pasokan, pemerintah menjalankan beberapa kebijakan tambahan. Salah satunya adalah penerapan work from home (WFH) setiap hari Jumat, yang diharapkan dapat mengurangi konsumsi energi harian. Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan mandatori Biodiesel 50% (B50) yang akan diberlakukan mulai Juli 2026. Program ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak dan menjaga stabilitas cadangan energi nasional.

Kesimpulan

Melihat kondisi geopolitik dunia dan keterbatasan APBN, pemerintah dinilai hanya mampu menahan harga BBM hingga April 2026. Jika ketegangan di Timur Tengah terus meningkat, penyesuaian harga BBM kemungkinan tidak dapat dihindari. Kebijakan WFH dan percepatan B50 menjadi strategi jangka pendek untuk menjaga konsumsi, namun keputusan penyesuaian harga tetap sangat bergantung pada perkembangan situasi global dalam beberapa minggu ke depan.



Sumber referensi

Kemampuan Indonesia Menahan Harga BBM Diperkirakan Hanya Satu Bulan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan