Belakangan ini, cara orang jualan kopi makin beragam. Kalau dulu identiknya harus punya kafe, sekarang banyak yang justru memilih jalan sebaliknya, jualan kopi langsung di jalan dengan konsep mobile atau yang sering disebut street coffee.
Fenomena ini cukup terasa di beberapa kota besar. Kopi tidak lagi diam di satu tempat, tapi ikut bergerak. Penjualnya bisa berpindah lokasi, menyesuaikan keramaian, bahkan mendekat langsung ke calon pembeli.
Salah satu alasan konsep ini cepat berkembang sebenarnya sederhana: biaya lebih ringan. Tidak perlu sewa tempat mahal, dan fleksibilitasnya tinggi. Hari ini bisa jualan di area kantor, besok pindah ke taman atau pinggir jalan yang lagi ramai.
Dari Gerobak sampai Kendaraan Unik
Kalau diperhatikan, media jualannya juga makin kreatif.
Gerobak sepeda jadi salah satu yang paling sering ditemui. Modelnya mirip starling, tapi tampil lebih modern. Beberapa brand seperti Kopi Jago sudah lebih dulu populer dengan konsep ini. Menunya cukup beragam, harganya ramah di kantong, dan sistem bayar pun sudah kekinian, bisa pakai QRIS.
Selain itu, banyak juga pelaku usaha baru yang ikut meramaikan dengan konsep serupa, masing-masing membawa ciri khasnya sendiri.
Berikutnya ada yang pakai motor. Biasanya bagian belakang motor dimodifikasi jadi tempat alat seduh dan penyimpanan bahan. Model ini praktis dan lincah, cocok untuk jualan keliling. Ada yang berangkat dari motor lama, lalu dirombak jadi kedai berjalan yang cukup menarik perhatian.
Yang lebih unik lagi, ada yang memanfaatkan bajaj. Kendaraan yang dulu identik sebagai transportasi umum ini sekarang disulap jadi tempat jualan kopi. Bentuknya yang khas justru jadi daya tarik tersendiri, apalagi kalau dipadukan dengan konsep penyajian yang modern.
Tidak berhenti di situ, beberapa pelaku usaha bahkan menggunakan mobil VW Combi. Kesan vintage dari mobil ini justru jadi nilai jual tambahan. Biasanya, konsepnya dibuat lebih santai dan estetik, cocok untuk menarik perhatian anak muda, bahkan sering jadi spot foto juga.
Bukan Sekadar Jualan Kopi
Menariknya, street coffee bukan cuma soal jualan minuman. Ada pengalaman yang ikut dijual di dalamnya.
Orang datang bukan hanya untuk beli kopi, tapi juga karena konsepnya unik. Kadang karena tampilannya beda, kadang karena lokasinya tidak biasa. Bahkan, tidak sedikit yang datang sekadar penasaran atau ingin coba sesuatu yang baru.
Kalau dilihat, tren ini kemungkinan masih akan terus berkembang. Selama orang masih suka kopi dan mencari pengalaman baru, konsep seperti ini akan tetap punya tempat.
Dan jujur saja, ada sensasi berbeda saat beli kopi di pinggir jalan, langsung dari gerobak atau kendaraan unik. Lebih santai, lebih dekat, dan terasa lebih hidup dibanding sekadar duduk di dalam kafe.










