Ibn al-Majdī merupakan salah satu ilmuwan besar dalam tradisi astronomi Islam abad pertengahan yang berhasil mengintegrasikan pendekatan matematis dengan observasi langit secara sistematis. Keahliannya tidak hanya terbatas pada teori, tetapi juga mencakup praktik perhitungan astronomi yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pada zamannya, terutama dalam penentuan waktu ibadah dan kalender hijriah.
Kontribusi utama Ibn al-Majdī terletak pada kemampuannya menggabungkan astronomi dan matematika dalam satu sistem analisis yang terstruktur. Ia memberikan perhatian khusus pada perhitungan kalender Islam, metode observasi hilal, serta penentuan waktu secara akurat. Dalam dua karyanya, yaitu Al-Manhal al-‘Adzb az-Zulāl fī Ḥall at-Taqwīm wa Ru’yah al-Hilāl dan Khulāṣah al-Aqwāl fī Ma‘rifah al-Waqt wa Ru’yah al-Hilāl, ia menjelaskan metode rukyat hilal dengan pendekatan yang menggabungkan data observasi dan perhitungan matematis. Hal ini menunjukkan bahwa penentuan awal bulan tidak hanya bergantung pada pengamatan visual, tetapi juga analisis ilmiah yang terukur.
Inovasi dalam Astronomi Teoretis
Dalam ranah teori, Ibn al-Majdī mengembangkan berbagai gagasan penting yang menunjukkan tingkat pemikiran astronomi yang maju. Ia melakukan koreksi terhadap beberapa konsep Ptolemeus, khususnya terkait model pergerakan benda langit. Selain itu, ia juga membahas perhitungan jarak matahari, standardisasi gerak planet, serta metode penentuan arah berdasarkan ketinggian kutub.
Ia memanfaatkan geometri dan trigonometri bola untuk menyelesaikan persoalan astronomi yang kompleks, termasuk menentukan posisi benda langit dengan tingkat akurasi tinggi. Kemampuannya dalam mengolah konsep segitiga bola menunjukkan bahwa ia berada pada level ilmuwan matematis yang sangat maju pada zamannya. Tidak mengherankan jika David King menyebutnya sebagai prototipe astronom era Mamluk karena pendekatannya yang sistematis dan aplikatif.
Karya-Karya Ibn al-Majdī
Ibn al-Majdī meninggalkan sejumlah karya penting yang tersebar di berbagai wilayah seperti Mesir, Suriah, Irak, Inggris, Prancis, dan Belanda. Di antaranya adalah Ad-Durr al-Yatīm fī Sinā‘ah at-Taqwīm, Ghunyah al-Fahīm wa ath-Ṭarīq ilā Ḥall at-Taqwīm, Irsyād al-Hā’ir, Zād al-Musāfir, Kitāb al-‘Amal bi Rub‘ al-Muqanṭarāt, Al-Fuṣūl al-‘Asyrah, serta Risālah fī al-Jaib. Karya-karya ini menunjukkan luasnya penguasaan Ibn al-Majdī terhadap astronomi, mīqāt, dan sistem perhitungan waktu.
Ghunyah al-Fahīm sebagai Karya Penting
Salah satu karya pentingnya, Ghunyah al-Fahīm wa ath-Ṭarīq ilā Ḥall at-Taqwīm, membahas sistem kalender berbagai peradaban, siklus planet, serta fenomena astronomi seperti gerhana, konjungsi, dan oposisi. Kitab ini tersusun dalam tiga bagian utama: sistem penanggalan dan fenomena alam, kalender tujuh planet, serta dampak posisi planet terhadap peristiwa langit seperti musim dan gerhana.
Kesimpulan
Ibn al-Majdī merupakan tokoh penting dalam sejarah astronomi Islam yang berhasil memadukan observasi empiris dengan perhitungan matematis secara sistematis. Karya-karyanya tidak hanya memperkaya khazanah ilmu falak, tetapi juga menjadi jembatan penting antara tradisi astronomi klasik dan perkembangan ilmu modern.


