Aksi penodongan senjata api (senpi) yang viral di media sosial mengungkap momen mencekam yang dialami korban di kawasan Jalan Bambu hingga Simpang Al-Falah, Medan. Korban mengaku sempat mengira dirinya menjadi target begal setelah dikejar dan dihadang oleh sekelompok pria tak dikenal di jalan umum pada malam hari, Selasa (14/4/2026)
Peristiwa ini bermula saat korban pulang dari rumah kerabat dan melintas di kawasan lampu merah Glugur menuju Jalan Bambu. Dalam kondisi santai tanpa firasat buruk, korban tiba-tiba diteriaki dan dimaki oleh orang tak dikenal dari belakang, hingga akhirnya situasi berubah menjadi ancaman serius ketika pelaku menghadang menggunakan sepeda motor dan menodongkan senjata api.
Saksi, Rofiky (Viky) Nduru, menjelaskan bahwa situasi yang awalnya tidak jelas berubah menjadi ancaman nyata yang membuat mereka panik dan berusaha menyelamatkan diri.
“Awalnya kami santai saja Bang, habis dari rumah saudara. Tapi tiba-tiba ada yang teriak-teriak dari belakang, maki-maki kami. Kami pikir bukan untuk kami, tapi ternyata mereka terus kejar sampai ke simpang itu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa momen paling menegangkan terjadi ketika pelaku menghentikan mereka secara paksa di jalan dan mengeluarkan senjata api, yang langsung memicu kepanikan.
“Pas di Simpang Al-Falah itu mereka palang kami pakai motor, lalu salah satu dari mereka langsung todongkan pistol ke arah kami. Di situ kami benar-benar takut, kami kira itu begal motor,” katanya.
Dalam kondisi terancam, korban memilih melarikan diri untuk menghindari kemungkinan yang lebih buruk.
“Karena takut kami langsung tancap gas Bang. Kami nggak tahu mereka siapa, niatnya apa, jadi kami pikir ini murni mau begal,” ungkapnya.
Namun pelarian itu justru membuat pelaku semakin agresif hingga terjadi pengejaran yang berujung keributan.
“Mereka kejar terus sampai ke lokasi pangkas itu, sampai akhirnya kami kehilangan kendali dan terjadilah keributan di situ,” jelasnya.

