Shalat merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang harus dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu yang telah ditentukan oleh syariat. Penetapan waktu ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keteraturan dan kedisiplinan dalam beribadah.
Dalam sehari semalam terdapat lima waktu shalat wajib, yaitu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Salah satu shalat yang memiliki keutamaan khusus adalah shalat Asar. Penjelasan mengenai waktu shalat Asar dapat ditemukan dalam Al-Qur’an dan dijelaskan lebih rinci melalui Sunnah Nabi yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad Saw.
Waktu Shalat Asar Menurut Al-Qur’an
Al-Qur’an memberikan beberapa petunjuk tentang waktu-waktu shalat, termasuk waktu shalat Asar. Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan adalah firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 238 yang memerintahkan umat Islam untuk menjaga semua shalat, terutama shalat yang disebut sebagai “shalat wustha”.
Banyak ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan shalat wustha adalah shalat Asar karena posisinya berada di tengah-tengah waktu shalat siang dan malam.
Selain itu, terdapat pula ayat dalam Surah Al-Isra ayat 78 yang menyebutkan perintah mendirikan shalat sejak matahari tergelincir hingga datangnya malam.
Ayat ini dipahami sebagai rentang waktu yang mencakup shalat Zuhur dan Asar. Dengan demikian, waktu shalat Asar berada pada bagian akhir dari rentang waktu siang sebelum matahari terbenam.
Waktu Shalat Asar Menurut Sunnah
Penjelasan yang lebih rinci tentang waktu shalat Asar terdapat dalam hadis Nabi Saw. Dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwa waktu shalat Asar dimulai ketika bayangan suatu benda telah sama panjang dengan bendanya setelah berakhirnya waktu Zuhur. Waktu ini berlangsung hingga matahari hampir terbenam.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr disebutkan bahwa waktu shalat Asar berlangsung selama matahari belum menguning. Artinya, waktu utama untuk melaksanakan shalat Asar adalah sebelum matahari mulai condong menuju terbenam.
Selain itu, hadis tentang praktik shalat yang diajarkan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw juga menjelaskan bahwa shalat Asar dilaksanakan ketika bayangan benda sama panjang dengan bendanya pada hari pertama, dan ketika bayangan benda dua kali panjangnya pada hari kedua.
Hadis Nabi Saw, riwayat Abdullah bin Amr, disebutkan,
“Waktu shalat Asar adalah selama matahari belum menguning (belum mendekati terbenam).” (HR. Muslim). Dalam Riwayat lain, disebutkan “Maka Nabi melaksanakan shalat Asar ketika bayangan setiap benda sama panjang dengan bendanya”, lalu “Kemudian pada hari kedua Jibril datang lagi dan berkata, “Bangunlah dan shalatlah.” Maka Nabi Saw melaksanakan shalat Asar ketika bayangan setiap benda dua kali panjang bendanya. Setelah itu Jibril berkata, “Waktu shalat berada di antara dua waktu ini.”
Hadis ini menjelaskan bahwa awal waktu shalat Asar adalah ketika bayangan benda sama panjang dengan bendanya, sedangkan redaksi lainnya menyatakan ketika bayangan benda dua kali panjang bendanya.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan dalam Al-Qur’an dan Sunnah, waktu shalat Asar dimulai ketika bayangan suatu benda sama panjang dengan bendanya setelah waktu Zuhur berakhir dan berlangsung hingga menjelang matahari terbenam. Al-Qur’an memberikan petunjuk umum tentang waktu shalat, sedangkan Sunnah Nabi Saw menjelaskan secara lebih rinci batas waktu tersebut.










