Bumi berputar pada porosnya setiap hari. Namun, poros rotasi Bumi tidak tetap diam. Sumbu tersebut bergerak perlahan seperti gasing yang sedang berputar dan bergoyang. Gerakan ini disebut presesi sumbu rotasi Bumi. Satu siklus penuh presesi berlangsung sekitar 25.765 tahun.
Akibat gerakan yang sangat lambat ini, arah sumbu Bumi terhadap bintang-bintang berubah sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu. Dampaknya, posisi titik vernal equinox atau titik awal musim semi di belahan bumi utara juga bergeser ke arah barat di langit. Peristiwa ini dikenal sebagai presesi ekuinoks.
Laju pergeseran tersebut sekitar satu derajat setiap 71 tahun, atau setara dengan perubahan sekitar satu hari dalam kalender astronomi. Karena itu, posisi Matahari terhadap rasi bintang pada tanggal tertentu tidak selalu sama jika dibandingkan dengan ribuan tahun lalu.
Pengaruh terhadap Tanggal Zodiak
Saat sistem zodiak kuno dibuat sekitar tahun 1370 sebelum Masehi, titik vernal equinox berada di Rasi Aries. Oleh sebab itu, Aries dijadikan awal pembagian zodiak. Namun, karena presesi Bumi, posisi tersebut terus bergeser seiring waktu.
Pada tahun 2011, ketika vernal equinox terjadi pada 21 Maret, posisi Matahari sebenarnya tampak berada di Rasi Pisces, dekat batas Aquarius. Ini berarti secara astronomi Matahari tidak lagi berada di Aries pada tanggal tersebut seperti pada masa kuno.
Di masa depan, pergeseran ini akan terus berlangsung. Sekitar tahun 10.000, Matahari pada tanggal 21 Maret diperkirakan tampak berada di Rasi Scorpius. Setelah ribuan tahun berikutnya, posisi Matahari akan kembali mendekati Aries dalam satu siklus presesi baru.
Perubahan inilah yang sering menimbulkan anggapan bahwa “tanggal zodiak berubah”. Dalam kenyataannya, yang berubah adalah posisi astronomis Matahari terhadap rasi bintang, bukan sistem astrologi tradisional yang tetap menggunakan pembagian kuno.
Kesimpulan
Tanggal zodiak dapat berubah jika dilihat dari sudut pandang astronomi karena adanya presesi sumbu rotasi Bumi. Gerakan ini menyebabkan posisi Matahari terhadap rasi bintang bergeser perlahan selama ribuan tahun. Namun, dalam astrologi tradisional, tanggal zodiak biasanya tetap memakai sistem lama yang dibuat pada masa kuno. Dengan demikian, perubahan tanggal zodiak lebih merupakan fenomena astronomi daripada perubahan ramalan astrologi.


Komentar