Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan hingga pertengahan April 2026 menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Pemerintah Kota Medan berhasil mengumpulkan hampir seperlima dari total target tahunan dalam waktu kurang dari empat bulan. Meski demikian, capaian ini tidak serta-merta membuat pemerintah berpuas diri, karena masih terdapat tantangan besar dalam menjaga konsistensi penerimaan hingga akhir tahun anggaran, Rabu (15/4/2026).
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat memimpin Rapat Kerja Realisasi Penerimaan PAD di Kantor Bapenda Medan. Ia menilai capaian sebesar 19,91 persen dari target Rp3,80 triliun masih berada pada jalur yang baik, namun tetap membutuhkan dorongan lebih lanjut agar optimal.
Rico menegaskan bahwa capaian ini tidak boleh dimaknai sebagai titik nyaman, melainkan sebagai awal untuk memperkuat kinerja ke depan.
“Ini memang capaian yang cukup baik di awal tahun, tetapi bukan berarti kita bisa bersantai. Justru ini menjadi pengingat agar kita terus bekerja lebih maksimal untuk mengejar target yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa faktor eksternal turut memengaruhi capaian tersebut, sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan kinerja internal.
“Kita harus melihat secara objektif, ada faktor-faktor eksternal seperti dana transfer dan kebijakan relaksasi yang ikut memengaruhi. Jadi kita tidak boleh terlalu cepat merasa puas,” katanya.
Lebih lanjut, Rico meminta seluruh jajaran untuk tetap fokus menjaga tren positif tersebut.
“Kita harus memastikan bahwa tren ini terus berlanjut dan bahkan meningkat di bulan-bulan berikutnya, sehingga target akhir tahun bisa tercapai dengan baik,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam pengelolaan pendapatan daerah.
“Yang paling penting bukan hanya capaian di awal, tetapi bagaimana kita menjaga konsistensi hingga akhir tahun anggaran,” tegasnya.

