Integritas seorang akuntan di era modern akan diuji melalui kemampuannya dalam menguasai data. Tanpa penguasaan terhadap AI dan sistem komputer, seorang profesional keuangan akan kesulitan mempertahankan relevansinya di tengah otomatisasi industri yang terus berkembang.
Mengantisipasi pergeseran tersebut, Binus University secara resmi meluncurkan program Doctor of Accounting Science. Peresmian yang berlangsung di Kampus Anggrek, Kemanggisan ini, bukan sekadar seremoni akademik biasa, melainkan sebuah langkah strategis untuk menjawab kebutuhan industri yang kini sangat bergantung pada efisiensi teknologi.
Rektor Binus University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., menekankan bahwa peluncuran program ini bertepatan dengan perayaan 45 tahun dedikasi kampus dalam dunia pendidikan. Komitmen ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya unggul secara teoretis, tetapi juga mampu melahirkan pemimpin yang visioner.
Di masa depan, tantangan bisnis tidak lagi hanya seputar laporan laba rugi, melainkan bagaimana data tersebut diolah secara analitis untuk memitigasi risiko global yang semakin kompleks. Program ini dirancang untuk memastikan para lulusannya memiliki kontribusi nyata dalam meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat luas melalui riset-riset yang aplikatif.
Dalam rangkaian acara tersebut, sesi gelar wicara menyoroti pergeseran paradigma profesi akuntansi. Adaptasi terhadap perangkat lunak terkini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kewajiban mutlak.
Sebagaimana ditegaskan oleh Prof. Ang Swat Lin Lindawati, S.E., M.Com (Hons)., Ph.D selaku Dekan School of Accounting, mahasiswa doktoral akan dilatih untuk mengintegrasikan praktik bisnis di lapangan dengan kecanggihan teknologi.
Fokus utamanya terletak pada bidang analitik; sebuah disiplin yang memungkinkan ilmu akuntansi berperan sebagai alat strategis dalam pengambilan keputusan perusahaan. Dengan kurikulum sebanyak 42 SKS yang ditempuh dalam enam semester, mahasiswa akan mengeksplorasi ruang lingkup riset modern yang mencakup teknologi blockchain, audit berbasis TI, hingga akuntansi keberlanjutan (sustainability).
Pemanfaatan infrastruktur digital yang mumpuni di lingkungan kampus diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi sejak dini. Kepala Departemen program ini, Prof. Toto Rusmanto, M.Comm, Ph.D., CAPM., CMA, menambahkan bahwa lulusan program ini diproyeksikan untuk mengisi posisi strategis seperti eksekutif perusahaan, auditor senior, hingga konsultan bisnis yang melek teknologi.
Sumber: https://inet.detik.com/cyberlife/d-8444352/teknologi-ai-merambah-dunia-akuntansi


