Novel Around the World in Eighty Days karya Jules Verne adalah kisah petualangan klasik yang terbit pada abad ke-19. Cerita ini berpusat pada Phileas Fogg, seorang pria Inggris yang sangat disiplin dan menyukai keteraturan. Dalam sebuah pertemuan di Reform Club, Fogg membuat taruhan besar bahwa ia mampu mengelilingi dunia hanya dalam waktu delapan puluh hari. Pada masa itu, perjalanan lintas benua merupakan tantangan besar meskipun teknologi transportasi seperti kereta api dan kapal uap mulai berkembang. Novel ini tidak hanya menyuguhkan petualangan, tetapi juga menggambarkan kemajuan zaman dan semangat eksplorasi global.
Isi Novel
Perjalanan Fogg dimulai bersama pelayannya yang setia, Passepartout. Mereka menempuh berbagai rute melalui Eropa, Asia, dan Amerika dengan memanfaatkan transportasi yang tersedia. Selama perjalanan, mereka menghadapi banyak rintangan seperti cuaca buruk, keterlambatan jadwal, serta masalah tak terduga lainnya. Di India, mereka menyelamatkan seorang wanita bernama Aouda yang hampir menjadi korban tradisi kuno, dan kemudian ia ikut dalam perjalanan mereka.
Di sisi lain, seorang detektif bernama Fix terus membuntuti Fogg karena mencurigainya sebagai pelaku perampokan bank di Inggris. Kecurigaan ini membuat perjalanan mereka semakin rumit karena Fix berusaha menghambat langkah Fogg. Meski demikian, Fogg tetap tenang dan berpegang pada rencananya, menunjukkan kecerdikan dan keteguhan dalam menghadapi setiap masalah.
Perjalanan ini juga memperlihatkan beragam budaya dan kondisi geografis di berbagai belahan dunia. Dari hutan di India hingga rel kereta di Amerika, setiap tempat menghadirkan tantangan unik. Ketika hampir mencapai batas waktu, Fogg tampaknya gagal memenangkan taruhan karena merasa terlambat satu hari. Namun, ia kemudian menyadari adanya perbedaan waktu akibat perjalanan ke arah timur yang memberinya keuntungan satu hari.
Kesimpulan
Pada akhirnya, Fogg berhasil kembali tepat waktu dan memenangkan taruhan tersebut. Lebih dari sekadar kemenangan, ia juga menemukan kebahagiaan bersama Aouda. Novel ini mengajarkan nilai disiplin, keberanian, dan pentingnya ketekunan dalam menghadapi tantangan. Selain itu, cerita ini juga menyoroti konsep waktu global serta dampak kemajuan teknologi transportasi terhadap kehidupan manusia. Dengan perpaduan antara petualangan dan pengetahuan, karya ini tetap relevan dan menarik bagi pembaca hingga saat ini.










